Cilegon Banjir, Akses Lingkar Selatan Wisata Anyer Lumpuh

Cilegon Banjir, Akses Lingkar Selatan Wisata Anyer Lumpuh

Salah seorang warga setempat, Fauzan, mengatakan bahwa banjir dipicu oleh meluapnya aliran Kali Cilurah setelah diguyur hujan deras dengan durasi cukup lama.-X/@PCiwandan-

BACA JUGA:10 Daftar Orang Terkaya di Indonesia: Ratu Sawit Wirastuty Fangiono Jadi Konglomerat Termuda Berharta Rp23,45 Triliun

BACA JUGA:Siap-Siap! Tarif Tol Sedyatmo Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026, Berikut Rinciannya

BPBD Kota Cilegon mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi, serta menghindari melintasi jalan yang tergenang banjir demi keselamatan.

Banjir parah melanda yang Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, ini juga mendapat sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, Ahmad Aflahul Aziz.

Politisi Partai Gerindra tersebut meminta Pemerintah Kota Cilegon bergerak cepat dalam membantu warga terdampak serta melakukan penanganan pascabanjir secara menyeluruh.

Menurut legislator dari Dapil Citangkil–Ciwandan itu, pemerintah daerah perlu segera menyiapkan dapur umum dan tenda darurat bagi warga yang terdampak banjir.

BACA JUGA:Sorotan Tajam Media Inggris: John Herdman Latih Timnas Indonesia, Pernah Diguncang Skandal Olimpiade Paris 2024

BACA JUGA:Persija vs Persijap Tak Tayang di Televisi, Mauricio Souza Imbau Jakmania Penuhi GBK

Aziz menjelaskan, hingga Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, banjir masih merendam sejumlah permukiman warga. Ia bahkan bersama warga setempat berinisiatif melakukan upaya darurat agar air bisa segera surut.

“Kami semalam bersama warga terpaksa membuka pagar Krakatau Steel (KS) agar air cepat mengalir, karena di belakang pagar tersebut terdapat area resapan air,” ujar Aziz, Sabtu 3 Januari 2026.

Selain penanganan cepat di lapangan, Aziz juga mendesak Pemerintah Kota Cilegon untuk melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terhadap aktivitas tambang pasir di sepanjang wilayah Lingkar Selatan.

“Kami mendorong Pemkot Cilegon agar memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk mengevaluasi aktivitas tambang pasir. Banjir yang mencapai hampir dua meter ini salah satunya dipicu oleh kerusakan lingkungan,” tegasnya.

BACA JUGA:Elon Musk Luncurkan XChat, Fitur Pesan Baru yang Siap Saingi WhatsApp

BACA JUGA:MA Buka Seleksi Hakim Konstitusi 2026, Cek Syarat dan Waktu Pendaftarannya

Ia juga menekankan pentingnya penataan ulang sistem drainase, baik di jalan utama maupun jalan lingkungan, guna meminimalkan risiko banjir ke depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads