Pilihan Childfree Gen Z dan Upaya Pemerintah Menjawab Kecemasan Anak Muda

Pilihan Childfree Gen Z dan Upaya Pemerintah Menjawab Kecemasan Anak Muda

Ilustrasi. Istilah childfree belakangan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial dan memunculkan pro dan kontra. -Istimewa-

Di tengah kecemasan ekonomi dan ketidakpastian hidup, keputusan memiliki atau tidak memiliki anak kini semakin diposisikan sebagai pilihan personal yang rasional.

Sementara pemerintah terus berupaya mencari jalan tengah agar keluarga tetap merasa aman dan didukung oleh negara

Saat dikonfirmasi Disway.id, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, belum bisa memaparkan terkait turun atau naiknya angka kelahiran di tahun 2025.

Pasalnya terang Amalia, BPS baru saja menyelesaikan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2025.

Saat ini data hasil SUPAS tersebut sambung Amalia, masih dalam tahap finalisasi penghitungan.

Amalia memastikan, data hasil SUPAS 2025 akan diungkap ke publik dalam waktu dekat.

"Kita baru saja menyelesaikan survey penduduk antar sensus (SUPAS). Angka sedang kita finalisasi, bulan ini rencana rilis," ujar Amalia.

Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS DKI Jakarta, angka harapan hidup bayi yang lahir pada tahun 2025 mencapai 76,27 tahun, meningkat 0,28 tahun dari tahun sebelumnya.

Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jakarta tahun 2025 mencapai 85,05, meningkat 0,90 poin atau 1,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 84,15.

Pertumbuhan IPM tahun 2025 menunjukkan percepatan dibandingkan tahun sebelumnya, ditandai dengan peningkatan pada seluruh dimensi pembentuknya.

"Selama 2020–2025, IPM DKI Jakarta rata-rata meningkat sebesar 0,75 persen per tahun," kata Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin dalam keterangannya.

Sementara berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, angka kelahiran di Jakarta di tahun 2025, mengalami penurunan dibanding tahun 2024. 

Berdasarkan data administrasi kependudukan (Adminduk) pada periode Januari sampai November 2025, tercatat bayi yang lahir di Jakarta sebanyak 90.869 jiwa.

Angka kelahiran tersebut mengalami penurunan ketimbang periode yang sama pada tahun 2024 yang sebanyak 96.746 jiwa.

"Dibandingkan kelahiran tahun 2024, mengalami penurunan," kata Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads