Intip Tren Skincare 2026: Gak Cuma Glowing, Kulit Awet Muda Jadi Impian
Memasuki tahun 2026, tren skincare bergerak ke arah yang lebih cerdas dan berbasis sains, bukan sekadar membuat kulit tampak bercahaya, tetapi benar-benar sehat hingga ke tingkat sel--Freepik
“Mereka bertindak sebagai pembawa pesan yang memberi sinyal pada kulit untuk memproduksi lebih banyak kolagen dan elastin, sekaligus memberikan manfaat anti-inflamasi yang mengurangi kemerahan dan penuaan dini.”
Facialist Jasmina Vico mengombinasikan peptida tembaga topikal berkualitas tinggi dengan fotobiomodulasi (terapi LED) untuk memperkuat hasil.
“Cahaya meningkatkan mikropermeabilitas, membantu peptida menembus lebih dalam sekaligus mengurangi peradangan dan mendukung perbaikan jaringan,” ujarnya.
BACA JUGA:Rekomendasi Skincare Whitening untuk Remaja yang Tidak Bikin Iritasi, Dijamin Wajah Kusam Minggat!
Dr. Soni juga memprediksi peptida akan berperan penting dalam memulihkan kualitas kulit pada pasien yang menggunakan obat GLP-1 seperti Ozempic dan Mounjaro.
“Kami melihat kulit menjadi keriput halus, kehilangan elastisitas, dan penurunan kualitas kulit,” katanya. “Peptida dapat meningkatkan tekstur, kekuatan, dan ketahanan kulit secara signifikan.”
Peptida memang telah populer sejak lama, tetapi standarnya kini semakin tinggi.
“Jika sebuah merek mengklaim peptida dapat merangsang kolagen atau memodulasi peradangan, klaim tersebut semakin dituntut untuk didukung oleh studi klinis terkontrol—bukan sekadar data in-vitro,” tutup Dr. Craythorne
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: