Peran Penting Anak Muda Membangun Rasa Kemanusiaan Hingga Mitigasi Bencana

Peran Penting Anak Muda Membangun Rasa Kemanusiaan Hingga Mitigasi Bencana

Ruang Cerita Daring - Berangkat Bareng, Bangkit Bersama Untuk Kemanusiaan--Dompet Dhuafa

Dimas juga mendorong penerapan konsep pentahelix framework, yang melibatkan lima sektor di Pemerintahan, akademisi, masyarakat, media, dan sektor swasta, agar program yang dijalankan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Dimas membagikan pengalamannya saat terjun langsung bersama Dompet Dhuafa dalam penyaluran bantuan dan pelaksanaan pendidikan darurat di Aceh. Selain distribusi logistik, tim juga melakukan trauma healing, layanan kesehatan gratis, penyediaan air bersih, serta pendampingan psikososial bagi anak-anak dan warga terdampak.

Menurutnya, bantuan kebencanaan perlu dirancang berdasarkan asesmen kebutuhan agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Sementara Itu, Slamet Widodo atau yang sering disapa Dodo, selaku Relawan Ambulance Dompet Dhuafa Yogyakarta, membagikan kisah personal yang melatarbelakangi keputusannya menjadi relawan.

BACA JUGA:Prabowo Bentuk Satgas Khusus Pascabencana, Mendagri Ditunjuk Jadi Ketua

Dodo mengungkapkan bahwa langkahnya tersebut berawal dari nazar ketika anaknya jatuh sakit, sehingga tergerak hatinya menjadi seorang relawan. 

“Waktu anak saya kecil, sering masuk rumah sakit, jadi saya termotivasi ingin membantu sesama, atau menolong orang” tuturnya

Dodo juga membagikan pengalamannya selama terlibat dalam berbagai aksi kebencanaan. Menurutnya, setiap aksi selalu meninggalkan kesan yang berbeda dan menghadirkan pengalaman baru yang berharga.

“Semua aksi yang saya jalankan itu berkesan, setiap aksinya memiliki hal baru atau pengalaman baru bagi saya. Bahkan hal ini terkesan sangat mengasyikkan dan juga mewah karena bisa membantu orang lain secara langsung” ujarnya. 

BACA JUGA:Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumut Berjalan Mulai 5 Januari

Namun demikian, tantangan muncul ketika terjadi lebih dari satu kejadian darurat dalam waktu yang bersamaan. Pada kondisi tersebut, relawan ambulans harus menentukan skala prioritas berdasarkan tingkat kedaruratan dan jarak tempuh lokasi kejadian.

Jika kejadian yang lebih darurat berada di lokasi yang jauh, koordinasi dengan tim ambulans terdekat menjadi langkah yang dilakukan agar penanganan tetap dapat berlangsung secara cepat dan tepat.

Ketiga narasumber sepakat bahwa ketahanan komunitas dapat dibangun melalui langkah-langkah sederhana yang direncanakan dengan baik, dilakukan secara partisipatif, dan berkelanjutan.

Kolaborasi lintas sektor, penguatan peran pemuda, serta dedikasi relawan kemanusiaan dinilai menjadi kunci penting dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh menghadapi risiko bencana.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads