5 Trigger Warning Baca Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans, Kisah Pilu Child Grooming hingga Kekerasan Seksual
Membaca buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans secara gratis rupanya banyak hal sensitif yang penting diketahui pembaca.--Instagram @aurelie
JAKARTA, DISWAY.ID - Membaca buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans secara gratis rupanya banyak hal sensitif yang penting diketahui pembaca.
Buku Broken Strings merupakan memoar personal Aurelie Moeremans sebagai penyintas child grooming.
Aurelie Moeremans mengemasnya dalam 24 bab yang berisi kisah pilu, maka dari itu Aurelie Moeremans menekankan pentingnya trigger warning sebelum membaca buku Broken Strings agar pembaca bisa mempersiapkan diri secara mental.
"Trigger warning. Memoar ini memuat kisah nyata tentang manipulasi emosional, pemaksaan, perundungan, pelecehan seksual, dan kekerasan psikologis," tulis Aurelie sebagai pembuka.
"Tolong baca dengan perlahan, sesuai ritme yang membuatmu merasa aman. Berhenti sejenak bila perlu. Keselamatan dan ketenanganmu jauh lebih penting daripada menuntaskan satu bab," sambungnya.
Broken Strings merepresentasikan pengalaman kehilangan masa muda Aurelie, sekaligus memberikan inspirasi tentang pemulihan serta kekuatan untuk menyembuhkan luka traumatis.
Lalu, apa saja hal sensitif atau trigger warning dari buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans? Berikut informasinya.
Trigger Warning Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans
Berikut beberapa hal sensitif yang perlu diketahui pembaca sebelum membaca buku Broken Strings.
1. Child Grooming
Child grooming merupakan suatu tindakan mengajak atau membujuk anak dengan tujuan mengeksploitasi secara seksual, fisik hingga emosional.
Dalam buku Broken Strings, Aurelie menceritakan bagaimana Bobby, pria dewasa berusia 29 tahun mendekatinya saat dirinya baru saja tiba di Indonesia dan berusaha menjadi artis.
Proses pendekatannya dimulai dengan perhatian yang membuatnya merasa aman, tetapi berujung pada kontrol total, mulai cara berpakaian, hingga membatasi komunikasinya dengan dunia luar.
2. Kekerasan Fisik dan Kekerasan Seksual
Aurelie secara tidak gamblang menyertakan kekerasan fisik yang dialaminya, berupa tindakan merusak tubuh dan meninggalkan luka fisik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: