PPN 12% Bikin Susah! Boro-Boro Beli HP atau Mobil, Rp100 Ribu Sehari Gak Cukup
Kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mulai dirasakan pelaku usaha, khususnya di sektor otomotif dan produk elektronik. --Dimas Rafi

Deretan Smartphone Paling Dinanti 2026: Dari Samsung Galaxy S26 Ultra hingga iPhone Fold-@AndroidPolice-Twitter X
BACA JUGA:Belanja Online Terlanjur Dikenai PPN 12 Persen ke Konsumen, Tokopedia Siap Lakukan Refund
"Dampaknya jelas ada. Ketika PPN naik, otomatis harga produk ikut naik. Ada beberapa customer yang akhirnya batal beli dan memilih nunggu promo," kata Akbar saat ditemui di fx Sudirman, Jakarta Pusat pada Selasa, 6 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, jika sebelumnya dari 10 calon pembeli sekitar tujuh orang langsung melakukan transaksi, kini angkanya menurun cukup signifikan. Meski demikian, untuk segmen flagship atau premium, minat konsumen masih relatif terjaga.
Ia mencontohkan, Samsung S25 Ultra Series yang awalnya dibanderol Rp23 juta kini turun menjadi Rp19,5 juta, bahkan bisa mencapai Rp17,75 juta dengan promo tambahan untuk metode pembayaran tertentu. Sementara itu, produk foldable justru menjadi kategori yang paling terasa kenaikan harganya.
"Beruntungnya di store kami banyak yang beli seri premium flagship," ujarnya.
Sebagai strategi, pihaknya mengoptimalkan pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace.
Di sisi lain, pihaknya juga memanfaatkan strategi diskon bagi pembeli.
"Kalau promo besar memang di luar kewenangan kami, tapi kami maksimalkan diskon yang sudah ditetapkan pusat," jelas Akbar.
Dengan ketidakpastian kebijakan PPN ke depan, para pelaku usaha berharap pemerintah dapat mempertimbangkan dampak lanjutan terhadap daya beli masyarakat agar sektor elektronik dan otomotif tetap bergairah di 2026.
BACA JUGA:Pelaku Usaha Sambut Positif Keputusan PPN 12 Persen hanya untuk Barang Mewah

Tabungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Produk ini dirancang untuk mempermudah masyarakat yang ingin memiliki rumah impian dengan skema pembiayaan yang fleksibel, bunga kompetitif, dan syarat yang relatif mudah. --
Cicilan KPR dan Biaya Hidup: Disiplin Jadi Kunci
Kendaraan dan gawai bisa ditunda pembeliannya. Namun tidak demikian dengan cicilan rumah.
Ketika harga mobil dan ponsel membuat konsumen memilih menunggu, penghuni rumah klaster justru harus menghadapi beban yang datang rutin setiap bulan, dari cicilan KPR hingga biaya hidup yang terus merangkak naik.
Tren kenaikan suku bunga yang berdampak pada merangkaknya cicilan rumah mulai menjadi tantangan nyata bagi para pemegang Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: