Profil Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid, Viral Beredar Surat Sumpah dan Bantahan Kasus Korupsi

Profil Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid, Viral Beredar Surat Sumpah dan Bantahan Kasus Korupsi

Profil Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid menarik untuk disimak di mana tengah viral beredar surat bantahan yang ditulis tangan olehnya atas dugaan kasus korupsi. -Disway/Ayu Novita-

3. Saya tidak pernah melakukan janji temu kepada siapa pun terkait serah terima uang yang dituduhkan akan ditujukan kepada saya;

Saya menguatkan apa yang disampaikan istri saya bahwa uang yang berada di rumah kami di Jakarta Selatan yang disita KPK merupakan tabungan untuk biaya kesehatan anak.

Jika saya berbohong atas sumpah ini, maka Allah Maha Adil.

Wamakaruu wa makarallah. Wallahu khairul maakirin.

BACA JUGA:Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan Anggaran PUPR, KPK Temukan Uang Asing dan Segel Rumah Abdul Wahid di Jaksel

Profil Abdul Wahid 

Dikutip dari laman resmi Pemprov Riau, Abdul Wahid adalah putra asli kebanggaan Riau yang lahir di Desa Belaras kini dikenal sebagai Desa Cahaya Baru, Dusun Anak Peria, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Saat usianya baru 40 hari, kedua orang tuanya pindah ke Sungai Simbar (sekarang Desa Simbar, Kecamatan Kateman) Kabupaten Inhil untuk membuka lahan perkebunan kelapa.

Di desa terpencil itulah Abdul Wahid tumbuh dan menghabiskan masa kecilnya, menapaki hidup dengan segala suka dan duka.

Ia menempuh pendidikan dasar hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Simbar, Inhil. Setelah lulus, ia sempat melanjutkan ke MAN 1 Tembilahan namun hanya bertahan satu catur wulan.

Tak lama, ia menerima ajakan sepupunya, Marbawi, untuk mondok di Pesantren Ashabul Yamin di Lasi Tuo, Kecamatan Ampek Angkek Canduang, dan melanjutkan kuliah di UIN Suska Riau.

BACA JUGA:Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan Anggaran PUPR, KPK Temukan Uang Asing dan Segel Rumah Abdul Wahid di Jaksel

Wilayah asal Abdul Wahid berada di pesisir dengan akses laut yang langsung menghadap Laut Cina Selatan.

Saat berusia 10 tahun, ayahnya wafat. Meski begitu, kebun kelapa peninggalan sang ayah menjadi sumber penghidupan keluarga.

Sejak kecil, ia terbiasa bekerja di kebun bersama kakaknya.

Ia juga mencari upah seperti mengupas kelapa demi menabung untuk sekolah dan keberangkatan ke pesantren.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads