Mata Uang Iran Rontok Nol Besar, Titik Terendah Sepanjang Sejarah
Mata uang Iran, rial, anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah.--Azernews
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan pihaknya siap baik untuk perang maupun perundingan, menyusul ancaman berulang dari Presiden AS Donald Trump untuk melakukan intervensi militer atas penindasan terhadap aksi protes yang menurut para aktivis telah menewaskan ratusan orang.
Dilansir dari Straits Times, sebagai tanda seriusnya krisis, otoritas Iran memberlakukan pemadaman internet yang kini telah berlangsung lebih dari 3½ hari, yang menurut para aktivis bertujuan menutupi skala penindasan berdarah tersebut.
Untuk merebut kembali kendali, pemerintah berupaya memenuhi jalan-jalan di seluruh negeri dengan aksi unjuk rasa yang mendukung Republik Islam.
BACA JUGA:Meleyot! 1 Dolar AS Tembus Rp 17.200, Rupiah Jadi Mata Uang Terlemah di Asia Tenggara
Trump mengatakan pada 11 Januari bahwa kepemimpinan Iran di bawah Ayatollah Ali Khamenei telah menghubunginya untuk meminta “bernegosiasi” setelah ia berulang kali mengancam akan melakukan intervensi militer jika Teheran membunuh para pengunjuk rasa.
“Republik Islam Iran tidak mencari perang, tetapi sepenuhnya siap untuk perang,” kata Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam sebuah konferensi bersama para duta besar asing di Teheran pada 12 Januari.
“Kami juga siap untuk bernegosiasi, tetapi perundingan tersebut harus adil, dengan hak yang setara dan berdasarkan saling menghormati.”
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: