Mata Uang Iran Rontok, Ekonomi Dihantui Inflasi Terparah, Harga Pangan Gila-Gilaan

Mata Uang Iran Rontok, Ekonomi Dihantui Inflasi Terparah, Harga Pangan Gila-Gilaan

Iran menghadapi sulitnya ekonomi dengan mata uang yang merosot--ABC

Periode ketenangan relatif kerap diselingi aksi jual tajam, terutama saat inflasi melonjak atau akses terhadap mata uang asing semakin terbatas.

BACA JUGA:Kesepakatan Besar, Israel Setujui Ekspor Gas Alam ke Mesir Senilai Rp585 Triliun

Kemerosotan terbaru mencerminkan pola yang sudah dikenal. Ketika harga naik, rumah tangga dan perusahaan memindahkan tabungan ke dolar, emas, atau properti untuk melindungi nilai aset.

Permintaan tersebut menguras likuiditas rial, menekan nilai tukar lebih jauh dan memicu kenaikan biaya impor.

Selama inflasi belum mereda secara signifikan, para ekonom menilai tekanan terhadap mata uang akan terus berlanjut.

BACA JUGA:Gus Yahya Akui Pernah Bertemu Netanyahu di Israel: Semua Demi Perjuangan Palestina

Inflasi sebagai Pendorong Utama

Inflasi tetap menjadi variabel utama yang membentuk prospek rial.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan harga konsumen rata-rata sekitar 42% pada 2025, naik dari sekitar 33% pada tahun sebelumnya.

Harga pangan, sewa, transportasi, dan layanan kesehatan semuanya mencatat kenaikan dua digit.

Perbedaan inflasi dengan negara mitra dagang secara mekanis melemahkan mata uang dari waktu ke waktu.

Ketika harga domestik naik lebih cepat dibanding luar negeri, dibutuhkan lebih banyak rial untuk membeli barang impor yang sama, sehingga depresiasi tertanam dalam transaksi sehari-hari.

BACA JUGA:Pegawai Pajak Terseret Korupsi, DPR: Itu Sudah Rahasia Umum

Bagi sektor yang bergantung pada impor, dampaknya langsung terasa. Iran mengimpor gandum, minyak goreng, pakan ternak, dan bahan baku farmasi dalam jumlah besar. Pelemahan rial menaikkan biaya impor, yang kemudian diteruskan ke konsumen lewat kenaikan harga.

Kondisi ini menyulitkan upaya menstabilkan nilai tukar tanpa terlebih dahulu mematahkan momentum inflasi.

Prospek pertumbuhan ekonomi Iran memberikan dukungan yang sangat terbatas bagi mata uangnya dalam jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads