Mata Uang Iran Rontok, Ekonomi Dihantui Inflasi Terparah, Harga Pangan Gila-Gilaan

Mata Uang Iran Rontok, Ekonomi Dihantui Inflasi Terparah, Harga Pangan Gila-Gilaan

Iran menghadapi sulitnya ekonomi dengan mata uang yang merosot--ABC

BACA JUGA:Netanyahu Bikin Gencatan Senjata Gaza Terancam Runtuh, Israel dan Hizbullah Saling Serang!

Bank Dunia memproyeksikan produk domestik bruto (PDB) Iran bisa menyusut 1,7% pada 2025 dan kembali turun 2,8% pada 2026, dengan alasan perdagangan yang terbatas, investasi yang lemah, dan tekanan terhadap keuangan negara.

Ekspor minyak tetap menjadi sumber utama devisa negara.

Namun, pendapatan sangat bergantung pada harga global serta diskon besar yang diberikan untuk penjualan minyak Iran melalui jalur non-tradisional.

Harga minyak Brent rata-rata berada di sekitar US$60 per barel tahun lalu, jauh di bawah level yang dibutuhkan Iran untuk menyeimbangkan anggaran negara.

Pendapatan yang lebih rendah membatasi kemampuan pemerintah untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing atau meningkatkan impor guna meredakan kelangkaan domestik.

Tanpa pendapatan ekspor yang lebih kuat atau sumber devisa alternatif, pasokan mata uang asing diperkirakan akan tetap ketat.

BACA JUGA:Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf Hizbullah, Benjamin Netanyahu Peringatkan Serangan Susulan!

Agar rial bisa stabil secara berarti, para ekonom menyebut sejumlah syarat harus terpenuhi secara bersamaan.

Disinflasi yang berkelanjutan menjadi kunci utama, yang membutuhkan pengendalian pertumbuhan likuiditas dan manajemen fiskal yang lebih dapat diprediksi. Langkah ini dapat memperlambat erosi daya beli yang selama ini mendorong permintaan dolar.

Peningkatan arus devisa juga krusial, baik dari pendapatan minyak yang lebih tinggi, pertumbuhan ekspor non-migas, maupun masuknya kembali investasi asing yang membawa modal dan teknologi.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads