Polisi Amankan 6 Pak Ogah yang Kerap Pungli di Exit Tol Rawa Buaya!
Polsek Cengkareng dan Polres Metro Jakarta Barat mengamankan 6 Pak Ogah yang diduga kerap melakukan pungli di Exit Tol Rawa Buaya-Dok. Polsek Cengkareng-
"Jadi bukan Pak Ogah itu yang nutup atau ngerantai segala, bukan. Itu memang dari Dishub. Mungkin ada aturannya dari jam 06.00 WIB pagi ditutup, jam 11.00 WIB siang sudah dibuka tuh jalan," kata Aang.
Pak Ogah Bakal Jalani Pembinaan
Agar hal serupa tak terjadi, tiga dari 6 pelaku telah dibawa ke Mapolsek Cengkareng untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Saat diperiksa, ketiganya tidak terbukti melakukan penutupan jalan paksa atau pemalakan sebagaimana video yang viral. Selanjutnya, polisi akan menyerahkan ke Disnsos setempat untuk dilakukan pembinaan.
BACA JUGA:Viral Pak Ogah Tutup Exit Tol Rawa Buaya Pakai Rantai, Gak Dibuka Sebelum Diberi Uang!
Aang juga menyebut pihaknya akan menggiatkan patroli untuk mencegah pungli yang meresahkan pengguna jalan khususnya Tol JORR.
"Kita serahkan ke Dinsos, untuk mencegah pungli. Karena itu kita pastikan selanjutnya akan dilakukan pengamanan dan patroli rutin di TKP," ujar Aang.
Sebelumnya, pada Selasa, 13 Januari 2026, Disway.id melintas Jalan Ring Road Cengkareng, tugas pak ogah itu menutup Exit Tol Lingkar Luar Barat arah TL Daan Mogot dengan rantai yang diikat di barrier merah.
BACA JUGA:Ribuan Warga Jakarta Utara Tidur di Pengungsian Akibat Banjir, BPBD Kirim Bantuan Rp575 Juta
BACA JUGA:Kapan Puasa Syaban 2026 Dimulai? Cek Tanggalnya di Sini
Usut punya usut, palang rantai itu akan dibuka jika pengendara memberikan uang alias pungli berkisar Rp5 Ribu dan Rp10 Ribu.
Saat momen itu diabadikan, ketiga pak ogah tengah menunggu kendaraan seperti Truk Barang atau trailer, mobil pikap hingga Truk Wing Boks yang akan keluar melalui Exit Tol Lingkar Luar Barat Rawa Buaya.
Menurut penuturan Warga yang enggan disebutkan identitasnya, trio pak ogah itu sudah sering melakukan aksi pungli dengan menutup akses Exit Tol dengan rantai besi. Para pak ogah itu menargetkan kendaraan besar atau truk barang untuk jadi sasaran pungli.
"Sering pak ogah nongkrong di situ. Targetnya emang mobil gede kayak Truk, pikap atau wing boks. Mereka ada yang minta Rp10 Ribu, Rp20 Ribu macem-macem," kata warga sekitar di lokasi, Selasa, 13 Januari 2026.
BACA JUGA:Kelurahan Rawa Buaya Mulai Tergenang, Bu RT Imbau Warga Waspadai Banjir Kiriman
BACA JUGA:Pakar Pidana: Pelaporan Pandji Soal Mens Rea Bisa Jadi Bumerang, Barang Bukti Berpotensi Ilegal!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: