Jelang Ramadhan, Stok Kosong di Pasar Senen, Pedagang Thrifting Tuntut Janji Pemerintah
Tidak hanya itu, Effendy juga turut menambahkan bahwa imbas dari kekurangan stok ini tidak hanya berdampak kepada para pedagang saja, namun juga kepada para pekerja jasa informal seperti porter.-Disway/Bianca Chairunisa-
"Kuli sekarang buat makan ga ada, kuli buat dorong ini. Biasa pada masuk nguli dia 1 karung 20 ribu. Sekarang buat makan ga ada, ongkos misal kulinya dari Serang nih, ongkos 40 ribu, PP 80 ribu, uang dari mana? Mana ini bentar lagi Ramadhan. Itu contoh kecil," pungkas Effendy.
Pedagang Banyak yang Tutup Toko
Di sisi lain, hal serupa pun juga turut diungkapkan oleh Perwakilan pedagang Thrifting Pasar Senen, Rifai Silalahi.
Dalam penuturannya, dirinya mengungkapkan bahwa hingga saat ini, pusat thrifting Pasar Senen blok III masih belum mendapatkan barang baru.
"Mengenai produk-produk lokal 1300 brand yang diklaim Kementrian UMKM sampai hari ini, sesuai janji pak Mentri, tidak ada realisasi sama sekali. Barang belum ada masuk khususnya ke pasar Senen," ujar Rifai.
Selain itu, Rifai juga mengungkapkan bahwa imbas dari kekosongan ini, beberapa pedagang juga terpaksa menutup toko mereka.
BACA JUGA:Tertibkan! Rano Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk PKL di Trotoar: Itu Regulasi Perda
BACA JUGA:Koruptor Jangan Lari! Perampasan Aset Bisa Digelar Tanpa Ada Putusan Pidana
Menurutnya, kondisi ini sendiri sudah merugikan banyak pedagang. Terlebih lagi di momen menjelang Ramadhan seperti ini.
"Pedagang sudah banyak yg tutup toko, karyawan sudah banyak yg diberhentikan, KUR banyak macet, nasib pedagang imbas kebijakan kemenkeu tidak jelas dibiarkan begitu saja," pungkas Rifai.
"Tren penjualan menjelang lebaran biasanya sangat rame, inilah sebenernya momen yg sangat ditunggu-tunggu pedagang untuk mencari rezeki lebih. Tapi pada saat yg bersamaan, semua harapan itu sirna krn imbas kebijakan Pak Menteri Purbaya," sambungnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: