Omon Kenyataan
Zohran Mamdani saat mengumumkan kebijakan barunya, kali ini soal ojek online di New York.--
Apa boleh buat. Zohran Mamdani lagi. Bukan karena mendukungnya tapi Mamdani adalah fenomena dunia.
Memang masih terlalu awal. Baru hari ke 20 menjabat wali kota New York. Justru itu. Harus banyak dicatat. Agar dunia bisa ingat lebih baik: apakah akan berhasil atau tidak.
Yang jelas, setiap hari, Mamdani membuat keputusan penting. Ia perangi pungutan tersembunyi. Dua hari lalu ia kumpulkan para sopir ojek online. Ia buat keputusan drastis: memperkarakan CEO MotoClick –mirip Gojek di Indonesia.
Nama CEO itu: Juan Pablo Salinas Salek. Mamdani menilai Juan Pablo mencuri uang para pengemudi online. Ia akan tutup perusahaan itu.
Misalnya, MotoClick mengenakan denda 10 dolar kepada pengemudi MotoClick ketika pesanan batal. Denda itu langsung dipotong dari uang bagian pengemudi.
Uang tip yang masuk aplikasi juga dipotong oleh perusahaan. Padahal yang tip seharusnya milik pengemudi sepenuhnya.
Manajemen juga mempersulit pengendara kalau mereka minta informasi soal hak-hak yang harus diterima.
MotoClick New York didirikan Juan Pablo tahun 2021. Ada juga di Chicago. Di kota-kota lainnya lagi. Ekspansi ke Amerika itu dilakukan setelah MotoClick sukses di Bolivia, negara asal Juan Pablo.
Praktik merugikan pengemudi juga dilakukan oleh perusahaan aplikasi lainnya. Hanya saja MotoClick yang paling dikeluhkan.
Di seluruh kota New York ada 80.000 orang yang bekerja sebagai pengemudi aplikasi. Mereka mendirikan serikat buruh delivery.
Jumat kemarin Mamdani membuat keputusan drastis: perusahaan aplikasi apa pun harus membayar gaji tetap pengemudi. Minimal 21 dolar untuk satu jam.
Anda hitung sendiri nilainya dalam rupiah. Kalikan Rp 16.500/dolar: Rp 350.000. Itu perjam. Kalau sehari bekerja 8 jam berarti Rp 2,5 juta per hari.
Mamdani tidak mau tahu konsekuensinya terhadap bisnis aplikasi. Aturan baru itu harus mulai berlaku 26 Januari. Minggu depan ini.
Mamdani juga bikin keputusan lain: membentuk dinas baru di Pemkot New York: Dinas Keadilan Ekonomi. Yang ia tunjuk sebagai kepala dinas adalah seorang wanita. Tionghoa. Julie Ann Su.
Nama Su sudah sangat terkenal di Amerika. Dia pernah menjabat wakil menteri tenaga kerja di kabinet Joe Biden. Lalu pernah menjadi pejabat sementara menteri perdagangan.
Su ini unik. Meski pernah jadi menteri dia bersedia diminta Mamdani untuk menjadi kepala dinas di pemerintah kota.
Su tidak melihat jabatan dari segi gengsinya. Juga bukan karena fasilitasnya. Su ingin berjuang untuk keadilan ekonomi di Amerika –setidaknya di New York.
Yang akan dia perangi misalnya: junk fee. Ini istilah baru bagi saya. Selama ini pengusaha apa saja sering memungut biaya di pengetahuan konsumen. Misalnya hotel, restoran, penerbangan, dan menjadi pelanggan apa pun. Bagi konsumen yang teliti pun mereka mati kutu. Sudah mempersoalkannya pun tetap harus membayar. Apalagi banyak yang tidak mau mempersoalkan. Langsung bayar tanpa diteliti.
Demikian juga untuk berlangganan sesuatu. Setelah jadi pelanggan tidak bisa minta berhenti. Setidaknya dipersulit. Termasuk pakai cara membayar cancel fee.
Semua itu di mata Mamdani adalah junk fee. Harus diberantas.
Melihat kiprah Mamdani saya jadi pengin ke New York lagi. Ingin tahu kenyataannya. Mungkin lebih baik enam bulan lagi. Ia melaksanakan semua itu atau hanya omon-omon.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 17 Januari 2026: Anomali Iran
Sugi
Saya suka dengan kalimat yang prinsipnya bahwa hegemoni global (baca AS dan sekutu) tidak akan mempengaruhi spirit nasionalisme bangsa Iran. Iran sudah membuktikannya. Mestinya tidak hanya Iran, bangsa mana pun bisa, termasuk Indonesia. Namun lewat tulisan ini, apakah Abah hendak mengonfirmasi bahwa internal bangsa Iran sendiri sedang dalam keadaan genting dan akan runtuh/chaos? Apakah ini berarti Iran akan menyerah pada tekanan global? Semoga ada kabar lebih lanjut. Sehat selalu untuk Abah dan Kiai Muhsin.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
IRAN BEDA KELAS AMA VENEZUELA: APA YANG BEDA? Iran dan Venezuela sering disatukan dalam satu kalimat: sama-sama dibenci Amerika. Tapi kelasnya beda. Venezuela itu negara minyak yang negaranya sendiri kalah cepat dari skenario penangkapan presidennya. Iran itu negara ideologi yang dari awal sudah hidup dalam mode darurat. Iran diblokade puluhan tahun, tapi negara masih jalan. Pabrik jalan. Universitas hidup. Rudal dibuat sendiri. Bahkan bisa mematikan Starlink. Itu bukan cuma soal teknologi. Itu soal kesiapan negara. Venezuela? Ekonomi runtuh duluan. Elite bingung. Tentara kaget. Sekutu bengong. Iran kebalikannya. Rakyatnya sudah lama hidup tanpa ilusi globalisasi. Jadi tidak kaget kalau internet mati. Amerika bisa bikin gaduh. Bisa bikin panas. Tapi merobohkan Iran bukan urusan semalam. Ini bukan negara yang menunggu belas kasihan. Ini negara yang sejak lahir sudah siap dipukul. Makanya "Iran itu anomali". Tidak tunduk pada logika Barat. Tidak runtuh oleh sanksi. Tidak panik oleh ancaman. Singkatnya: Venezuela bisa dijatuhkan dengan operasi. Iran harus dihadapi dengan sejarah. Dan sejarah itu keras kepala.
djokoLodang
-o-- ... "Kalau Anda ke Iran lagi saya boleh ikut?" "Terbalik," jawabnya. "Pak Dahlan yang ke Iran dan saya yang ikut". ... *) Yang diikuti wajib mbayari ... --0-
Taufik Hidayat
Bicara tentang Iran di Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan kehadiran ICC ( Islamic Cultural Centre) di jalan Warung Buncit depan Imigrasi Jaksel. Nah saya sempat main ke sana dan ketemu dengan Ustaz Imar Shahab. Beliau ini wakil direktur ICC dan sangat semangat kalau cerita tentang Iran. UStaz Umar kuliah di Iran sebelum revolusi Islam thn 1979. Ternyata kalau kita main kesana pasti akan kena dakwah juga . Salah satunya adalah buku “Akhirnya Kutemukan Kebenaran “ karya Syaikh Muhammad Al Tijani Assamawi dari Tunisia. Dan menurut Ustaz ini Gus Dur pernah bilang bahwa Syiah itu sama dengan NU plus Imamah. (Gak tahu benar atau tidak , harap dicek lagi). Imamah ini adalah percaya 12 imam .. wah koq jadi ngelantur kejauhan ke syiah. Tapi kalau bicara ttg Iran yah pasti syiah yah dibicarakan. Dan saya pun sering dituduh syiah hanya karena buku saya “1001 Masjid di 5 Benua, Dari Amsterdam hingga Zanzibar “ diterbitkan oleh Mizan. He he . Biarkan saja …. .
Siswanto AJI
Hukum alam yang dirumuskan pak Newton bernama aksi dan reaksi, si kuat menekan si lemah, maka si lemah akan memberikan perlawanan. F"aksi" = (-) F"reaksi". Jika tekanan yang diberikan kurang kuat, maka si lemah makin menguat. Tekanan ke China, India seperti itu, bukan?. Semoga Iran juga sama. Venezuela, kasus F"aksi"nya kebangetan. F"reaksi"nya sampai2 tidak sempat. End game. Kasus Indonesia, seperti apa ya?
Juve Zhang
Belum lama yuo tuber Rudy Ke Iran disana ada dua mata uang Satu nya yg dipangkas nol nya 3 angka dihilangkan ....jadi Iran sudah mulai pangkas nol nya kebanyakan....mirip Indonesia yg konon akan pangkas nol tiga yg dibelakang.....Iran itu jelas bantuan utama Tiongkok Wang Yi sudah bilang keuangan intelijen militer semua nya siap dipasok ke Iran....gak ada dukungan kuat negara lain yg seperti Tiongkok.....negara lain karena gak belanja minyak bumi Iran ...ketika Tiongkok gak bisa beli minyak Venezuela maka kilang minyak di Shandong belanja ke Iran....karena Iran punya minyak berat yg seperti Venezuela....duit mengalir ke Iran lebih banyak setelah Venezuela di blokir armada kapal Amerika.....
Gregorius Indiarto
Kalau semua negara seperti Iran (berani/mandiri), mungkin tidak ada cerita "Venezuela". Tidak ada dominasi "Paman" Tidak seperti saat ini, banyak negara jadi "keponakan' si "Paman", semua ponakan tunduk pada si paman. Semoga cerita Venezuela tidak berjilid. Met pagi, salam sehat, damai dan bahagia.
Muh Nursalim
Bisa melumpuhkan starlink. Itu berati ilmuwan Iran sangat hebat. Itu terjadi krn pendidikan filsafat d kampus2 Iran sangat kuat. Secara epistemik teknologi hanya bagian ranting dari ilmu. Maka segala tekonologi di kampus2 Iran amatlah maju. Termasuk dlm kesehatan dan pertanian. Kalau senjata nda usah diragukan. Perang 12 hari vs israel sudah cukup membuktikan. Betapa pilihan pengembangan rudal menjadi strategis drpada pesawat tempur. Di Sragen ada sekolah SMA yg fokus ke sains dengan pengajaran filsafat yg juga kuat. Yaitu Trensains. Penggasnya prof Gus Pur. Pakar fisika dr ITS. Pendalaman filsafat sebelum belajar teknik menjadi penting. Sehingga teknologi tdk menjadi liar dan memakan penemunya.
Liam Then
Antara 3 , Venezuela, Iran, Saudi. Sama-sama banyak minyak, kenapa nasibnya laen? Venezuela, Iran dan Saudi, sama-sama punya pemimpin awet dalam durasi cukup lama, kenapa nasibnya bisa beda? Venezuela, Iran dan Saudi ,punya sejarah nasionalisasi minyak yang sama. Kenapa nasibnya bisa beda? Mungkin yang bikin beda, adalah cara pemimpinnya menasionalisasi minyak mereka. Venezula dan Iran pakai cara keras, sedangkan Saudi pakai cara yang berbeda. Uniknya, cara Saudi, ditiru oleh RI, dalam upaya mengambil alih Freeport. Dalam olahraga ada yang namanya peraturan. Dalam hubungan dagang dan perjanjian antar negara, ada yang namanya kesepakatan. Jika satu pihak lebih kuat, yang kuat bisa kapan saja, pindah dari kesepakatan dengan inisiasi sendiri, tanpa perlu persetujuan pihak lain , dengan resiko minim. Jika kondisi berbalik, tentu ada resiko yang harus ditanggung, hasilnya cuma antara dua, antara mampu bertahan, tapi banyak masalah. Satunya lagi, mampu bertahan dan keluar dari masalah, kemudian berubah maju. Rusia dan Tiongkok, dua yang tergolong mampu bertahan dan keluar dari masalah. Tiongkok era Mao Zedong dulu, juga mengalami embargo, malah katanya lebih parah dari yang dialami oleh Uni Soviet, dan itu berlangsung dalam kurun waktu cukup lama 1950-1972. Uni Soviet runtuh, menyisa Russia, yang kemudian bersama Tiongkok berhasil bangkit. Yang perlu dicermati, adalah kecirian bagaimana Tiongkok dan Rusia bangkit. Mereka bangkit tidak dengan cara frontal.
Dahlan Batubara
Saya sudah 2 tahun mengikuti channel2 Youtube keluarga2 di Iran, terutama di keluarga2 di desa2 sepanjang perbukitan Zagros, kawasan Iran barat. Lebih 50 Channel saya subscribe. Chennel2 keluarga itu tiap hari menayangkan konten2 alami: kegiatan kehidupan sehari2. Tanpa rencana plot, tanpa ada rencana susun skenario. Tayangan2nya murni kehidupan harian sejak pagi hingga malam. Kegiatan menggembala domba, pertanian, sosial dll. Dari youtub2 keluarga itu saya akhirnya memahami orang2 Iran itu cerdas dan tahan banting, idealisme tinggi. Operator youtub umumnya anggota keluarga itu sendiri, umuran SMP hingga yg dewasa. Bukan pria saja, perempuan2 di sana pun tangguh2. Saya banyangkan perempuan Indonesia tak akan mampu menandingi ketangguhan perempuan Iran. Saya juga terkesan saat beberapa sarjana medis dari desa2 itu pergi ke Gaza membantu rakyat Palestina kala bombardir Israel ke Gaza.
Gregorius Indiarto
Anda mati kutu, kalau menulis tentang Timur Tengah. Masih ingat ketika Anda menulis tentang Gaza, Anda banyak "merangkum" dari komentar perusuh. Terutama perusuh yang sampai sekarang belum muncul lagi. Karena tulisan Anda dianggap tidak bermutu.
Thamrin Dahlan YPTD
Anomali Iran. Awak pikir Amerika Serikat tidak berani memperlakukan Iran seperti Venezeula. Iran balik mengancam akan membalas menyerang Israel. Disamping itu Kerajaan Arab Saudi dan Negara Timur Tengah mengingatkan Donald Trump agar hati hati bertindak. Demo di Iran tampaknya ada campur tangan asing. Tepat sekali mematikan jalur medsos agar kerusuhan tidak semakin beluas. Anomali Iran awak rasakan ketika tugas negara BNN tahun 2008. Kami meninjau Rehabilitasi Narkoba di negeri Ini. Yes Iran sangat peduli menyelamatkan rakyat dari dampak buruk narkotika. Mereka menjaga perbatasan dangan negara tetangga sangat ketat sekali agar barang haram itu tidak masuk ke Iran. Dari bandara kami di mampirkan ke maqam Ayatullah Khomeini. Banyak penziarah manca negara. Terlihat berragam mata uang di letakkan di seputar maqam. Seorang teman bintang satu awak bisiki. " Ndan berdoa yuk disini semoga berkah" . Alhamdulillah takdir komandan sampai pada karier biintang tiga. Yes Syiah. Tidak ada banyak Masjid di kota Teheran. Shalat Jum;at hanya ada dibeberapa tempat saja. Di televisi Iran kami menyaksikan shalat Isya langsung dilaksanakan langsung setelah shalat Maghrib. Demikian pula shalat Dhuhur dan Sahalat Asar. Artinya dalam sehari semalam hanya ada 3 kali waktu shalat. Jamuan makan sahabat Tentara Iran ami sejenis sate. Luar biasa tusuk sate besar sekali hampir seperti pedang. Bumbunya khas timur tengah. Semoga tidak terjadi perang. Irang menganggap Perang Sabilillah / Jihad.
Udin Salemo
Aku bergelantungan diatas busway/ Tujuan mau menuju pasar Kenari Berita apik tentu ada di Disway/ Tulisan Pak boss banyak pembaca/ Cak Mul berangkat pergi manasik/ Tempat belakang asrama tentara/ Tulisan pak bos sering jadi polemik/ Banyak komentar pro dan kontra/ #save redmi note 13g
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:

Komentar: 20
Silahkan login untuk berkomentar