Kondisi Para Perintis UMKM Masih Tertekan, Pengamat Soroti Peran Kebijakan Pemerintah yang Mencekik

Kondisi Para Perintis UMKM Masih Tertekan, Pengamat Soroti Peran Kebijakan Pemerintah yang Mencekik

Kondisi para perintis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) stagnan dengan berbagai polemik. Utamanya karena daya beli yang surut, kebijakan pemerintah yang terus menekan.-Foto: Bianca/Disway.id-

Pada akhirnya, hal tersebut memberikan tekanan tersendiri kepada para pengusaha UMKM.

BACA JUGA:ASYIK! Saldo DANA Gratis Rp155.000 Siap Masuk ke Akun Kamu Hari Ini Lewat Fitur DANA Kaget, Begini Cara Klaimnya

BACA JUGA:Upaya Restorative Justice Gagal, Kasus Wardatina Mawa vs Inara Rusli dan Ihsanul Fahmi Naik ke Gelar Perkara

"Itu raw materialnya sebenarnya tidak perlu ada pajak juga, jadi raw material bahan-bahan mentahnya itu kan pajaknya mahal-mahal itu," pungkas Trubus.

"Jadi masalah Pemerintah sendiri itu karena ingin mendapatkan uang cepat dalam rangka pembangunan itu. Jadi akhirnya pajaknya didorong. Nah pajak didorong itu akhirnya dampaknya ke UMKM," sambungnya.

Di sisi lain, pengeluaran tambahan yang perlu dikeluarkan untuk membayar biaya sewa yang tinggi, pun tak kalah ironinya.

Pengusaha UMKM harus lebih berjuang untuk mendapatkan omzet lebih. Tujuannya agar biaya sewa bisa tertutupi tanpa pengurangi laba bersih.

Namun memang hal tersebut tidak mudah dengan kondisi perekonomian masa kini. Daya saing semakin tinggi, tapi daya beli masyarakat semakin merosot.

Imbasnya, terjadi penurunan aktivitas ekonomi akibat kekosongan ruang usaha akibat biaya sewa tinggi, serta penurunan jumlah pengunjung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: