Penyebab Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Tebing Gunung Bulusaraung Masih Misteri

Penyebab Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Tebing Gunung Bulusaraung Masih Misteri

Serpihan besar yang diduga merupakan bagian dari Pesawat ATR 42-500 PK THT yang ditemukan di puncak pegunungan Bulusaraung -Basarnas -

MAKASSAR, DISWAY.ID -- Penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 di tebing Gunung Bulusaraung, Makassar, Sulawesi Selatan, masih menjadi misteri.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dikerahkan untuk menginvestigasi penyebab kecelakaan yang terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa mengatakan, belum ada kesimpulan mengenai faktor utama jatuhnya pesawat milik PT Indonesia Air Transport (IAT) itu.

BACA JUGA:Tabel Angsuran KUR BCA 2026 Pinjaman Rp250 Juta Tenor 1-5 Tahun, Cicilan per Bulan Berapa?

BACA JUGA:Korban Dugaan Penipuan Timothy Ronald Lainnya Ikut Lapor ke PMJ, Ngaku Rugi Rp1 Miliar

Lukman menjelaskan cuaca menjadi salah satu faktor. Namun untuk memastikan lagi, kata dia, hal tersebut harus dianalisis oleh KNKT.

"Kondisi cuaca merupakan salah satu aspek yang akan dianalisis lebih lanjut dalam proses investigasi oleh KNKT," jelas Lukman dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Selasa, 20 Januari 2026.

11 Orang Jadi Korban

Setidaknya pesawat itu membawa 10 orang, di mana terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang, di antaranya Capt. Andy Dahananto, SIC/FO M. Farhan Gunawan, FOO Hariadi, EOB Restu Adi, EOB Dwi Murdiono, FA Florencia Lolita dan FA Esther Aprilita S.

Sementara identitas tiga penumpang yakni Deden Mulyana dengan pangkat penata muda tingkat I, dengan jabatan pengelola barang milik negara.

Lalu Yoga Naufal dengan jabatan operator foto udara dan Ferry Irawan, dengan pangkat penata muda tingkat I dan jabatan analis kapal pengawas.

BACA JUGA:Pramono Tak Gentar Buruh Gugat UMP Jakarta ke PTUN: Silakan Saja, Ini Negara Demokrasi

BACA JUGA:Motor Terobos Banjir? Ini 5 Tips Penting yang Wajib Langsung Dicek Agar Mesin Tetap Aman

Tim evakuasi gabungan telah diterjunkan dengan menyisir puncak gunung hingga lereng-lereng terjal.

Dari lokasi jatuhnya pesawat beregistrasi PK-THT itu tim SAR berhasil menemukan serpihan pesawat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait