Honda CR-V Dilengkapi Teknologi Otonom CI, Mampu Adaptasi dengan Kondisi Jalanan Ramai

Honda CR-V Dilengkapi Teknologi Otonom CI, Mampu Adaptasi dengan Kondisi Jalanan Ramai

Honda CR-V dilengkapi dengan teknologi otonom CI dan telah diuji coba di Kota Odawara, Jepang.-dok disway-

JAKARTA, DISWAY.ID - Honda CR-V dilengkapi dengan teknologi otonom CI dan telah diuji coba di Kota Odawara, Jepang.

Uji coba ini merupakan salah satu upaya dari Honda dalam mengembangkan kendaraan otonom dengan menggunakan teknologi Honda CI (Cooperative Intelligence).

Honda CI merupakan teknologi kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Honda dalam mendukung kendaraan otonom.

Dalam bekerja, sistim ini didukung dengan berbagai sensor tanpa terlalu tergantung pada peta dan mampu berinteraksi lebih baik dengan manusia serta kondisi jalanan.

BACA JUGA: GJAW 2025: Honda Hadirkan Sejumlah Promo dan Pengalaman Hybrid

BACA JUGA:Perkuat Lini Hybrid, Honda Luncurkan STEP WGN e:HEV di GIIAS 2025, Harga Lebih Murah dar Ekspektasi

Uji coba yang dilakukan terhadap CR-V dan Honda N-VAN e: (EV) ini dilakukan di Kota Odawara, Prefektur Kanagawa, Jepang, mulai Februari 2026.

Pemilihan kota ini bukannya tanpa alasan, pasalnya kota ini memiliki kontur jalan bergelombang serta lalu lintas yang relatif padat.

Dengan demikian sistem ini mampu beradaptasi dengan pengendara lain serta bisa melaju dalam beragam kecepatan yang bervariasi.

Saat melakukan uji coba, pihak Honda mengawasi dengan ketat demi keselamatan karena CR-V melaju di jalanan umum.

BACA JUGA:Chelsea Ungguli Manchester United Perburuan Talenta Muda Berbakat Sheffield Wednesday, Siapakah Dia?

BACA JUGA:Update Lokasi Banjir Jakarta, 12 RT dan 17 Ruas Terendam Hingga 50 Centimeter

Dalam uji coba yang dilakukan, CR-V mampu melaju dengan kecepatan hingga 60 km/jam, sesuai dengan batasan kecepatan maksimal yang telah ditentukan.

Melalui pendekatan retrofit, Honda menargetkan kontribusi nyata bagi masyarakat lokal dengan mengintegrasikan teknologi terkini ke kondisi jalanan dalam kota serta jaringan jalan yang telah ada, sehingga mendukung pemanfaatan kembali kawasan secara lebih efektif.

Honda terus mengembangkan teknologi mengemudi otonom yang dapat digunakan di beragam kondisi lalu lintas dengan meningkatkan keandalan serta fleksibilitas sistem melalui berbagai uji coba di wilayah dengan karakteristik berbeda.

Ke depannya, teknologi ini juga diproyeksikan tidak hanya diterapkan pada mobil penumpang, tetapi juga pada berbagai solusi mobilitas lainnya, seperti bus dan micro mobility.

Hingga saat ini, Honda telah mengkombinasikan teknologi pengenalan berbasis kamera dengan CI dalam inisiatif CI micro mobility (green slow mobility), dengan target mencapai sertifikasi mengemudi otonom Level 4 pada kecepatan dibawah 20 km/jam.

BACA JUGA:Fadli Zon: Pemerintah Datang ke Keraton Solo Bukan Urus Konflik Internal

BACA JUGA:Rayakan 70 Tahun Yamaha, Deretan Livery Ikonik Edisi Spesial Resmi Meluncur

Honda menargetkan tahap awal penerapan sertifikasi mengemudi otonom Level 4 dalam kondisi tertentu pada tahun fiskal 2027, serta komersialisasi teknologi ini sekitar tahun 2030.

Dalam uji coba di Odawara, Honda melengkapi kendaraan uji dengan teknologi LiDAR selain kamera, sebagai persiapan menuju penerapan mengemudi otonom Level 4 di jalan umum dengan volume lalu lintas dan kecepatan yang lebih tinggi.

Teknologi LiDAR memungkinkan pengukuran posisi dan kecepatan objek serta pengguna jalan lain dari jarak jauh dengan tingkat presisi yang tinggi, sehingga meningkatkan akurasi pengenalan dan redundansi sistem.

BACA JUGA:Banjir di DI Panjaitan Makin Tinggi, Mobil Kecil Tak Berani Melintas

BACA JUGA:Pernyataan Telkomsel Soal Indihome Gangguan Hari Ini, Cek daftar Kontak CS Bisa Dihubungi dan Cara Lapor Internet Down

Teknologi mengemudi otonom CI juga dilengkapi dengan 'mapless cooperative driving technology', yang memungkinkan kendaraan mengenali lingkungan sekitar secara real-time tanpa bergantung pada peta presisi tinggi.

Dengan kombinasi kamera dan LiDAR, sistem mampu mendeteksi posisi pengguna jalan dan struktur jalan secara lebih stabil, termasuk pada jalan dengan perubahan elevasi yang signifikan, sehingga tingkat keselamatan yang dibutuhkan untuk mengemudi otonom Level 4 tetap terjaga meskipun rentang kecepatan diperluas hingga 60 km/jam.

Jika saja teknologi ini dapat diaplikasikan oleh Hnada di semua kendaraannya tentunya akan memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi pengendara terutama di jalanan yang padat.

Sayangnya teknologi ini masih akan dilempar ke pasar pada 2027 mentang dan masih belum di informasikan kapan akan masuk pasar Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads