Prabowo Minta 140 Ribu Dokter Spesialis, Menkes: Stok Kurang, Satu Orang Terpaksa Kerja 3 Tempat

Prabowo Minta 140 Ribu Dokter Spesialis, Menkes: Stok Kurang, Satu Orang Terpaksa Kerja 3 Tempat

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menanggapi soal permintaan Prabowo Subianto soal mencetak 140 ribu dokter spesialis karena kurangnya jumlah di Indonesia-Disway.id/Hasyim Ashari-

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menanggapi soal permintaan Prabowo Subianto soal mencetak 140 ribu dokter spesialis karena kurangnya jumlah di Indonesia.

Menkes menyoroti karena faktor kekurangan dokter spesialis itu, tidak sedikit dari mereka yang terpaksa bekerja di 3 tempat sekaligus.

BACA JUGA:Apa Keuntungan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Besutan Trump? Istana Buka Suara

BACA JUGA:Biaya Hidup Naik, Upah Minimum Tertinggal: Kemnaker Ingatkan Pentingnya Hitung Kebutuhan

Sehingga, hal tersebut masih menjadi kendala yang belum terpecahkan.

Selain kuantitas, dokter spesialis di Indonesia juga karena kurangnya pendistribusian di setiap daerah. Oleh karena itu, Menkes menilai butuh 3 kali lipat jumlahnya untuk menutupi kekurangan jumlah tenaga medis khususnya dokter.

"Saya sih merasa bahwa dokter kita punya dua masalah. Satu kurang, distribusinya enggak baik. Jadi dua-duanya mesti di-alamatya. Kenapa? Ya contoh yang paling jelas saja sekarang kan SIP (Surat Izin Praktik) dokter ada tiga [tempat]. Itu artinya tiga praktik di tempat yang berbeda," ucap Menkes saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan, Kamis 22 Januari 2026.

BACA JUGA:Tiang Listrik Roboh di Lintasan Maja–Tigaraksa, KAI Commuter Rekayasa Operasi KRL Rangkasbitung

"Wartawan kan enggak boleh kan kerja di mana double perusahaan kan nggak boleh. Kalau dokter, kenapa dibikin tiga? Karena kurang dokternya. Jadi kira-kira kalau saya bilang ya harus tiga kali lipat lah naiknya jumlahnya," tambahnya.

Melihat faktor tersebut, Menkes Budi Gunadi mengambil langkah untuk membuka peluang lebih banyak calon dokter untuk mendaftar dengan tidak memberikan kesulitan. Hal ini Menkes implementasikan sebagaimana yang dilakukan oleh negara Korea Selatan.

"Nah bagaimana caranya? Ya Pak Prabowo juga sudah melihat itu bahwa jumlahnya kurang. Dan kita harus memang membuka yang lebih banyak supaya orang-orang bisa masuk, tanpa mengurangi kualitas," tutur Menkes Budi.

"Bisa kok, di luar negeri produksi dokternya negara seperti Korea yang cuman berapa... penduduknya seperenam, seperlimanya kita, dokter spesialisnya produksinya lebih banyak dari kita," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads