Polres Tangsel Buka Ruang RJ di Kasus Ibu Guru Budi

Polres Tangsel Buka Ruang RJ di Kasus Ibu Guru Budi

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengonfirmasi bahwa pihaknya akan mengedepankan proses mediasi terlebih dahulu terkait laporan orangtua murid terhadap guru SDK di Pamulang, bernama Ibu Guru Budi.-Rafi Adhi/Disway.id-

Hingga akhirnya sang ibu datang langsung ke kepolisian untuk menjelaskan kronologi kejadian.

BACA JUGA:Jangan Dianggap Sepele! dr. Desak Ketut N.S. Pramegia Ungkap Tanda Awal Usus Buntu yang Sering Terlewat

"Waktu itu ibu ke Polres Tangsel untuk menceritakan kronologi dan segala macamnya. Sampai akhirnya ibu juga bikin petisi untuk mencari dukungan. Ibu juga sudah didampingi pengacara, jadi sekarang kita lihat perkembangan kasusnya saja," katanya kepada Disway, Selasa 27 Januari 2026.

Dijelaskannya, pemeriksaan terhadap ibunya dilakukan sekitar awal Januari, bertepatan saat kembali masuk sekolah pada 5 Januari.

Namun, detail tanggal pastinya tidak diingat betul oleh pihak keluarga.

Dalam pemeriksaan, ibunya diminta menjelaskan peristiwa yang terjadi di sekolah. Polisi juga menanyakan apakah ada bukti pendukung.

BACA JUGA:Benarkah Reza Arap Ada di TKP saat Kematian Lula Lahfah? Muncul Pengakuan Sahabat

"Ibu cerita kronologinya seperti apa. Polisi juga nanya ada bukti atau hal lain yang bisa memperkuat laporan. Tapi ternyata buktinya juga enggak ada yang kuat, jadi pengacara menyarankan ibu mencari dukungan lewat publik," jelasnya.

Diterangkannya, kejadian bermula pada Agustus 2025 saat ada kegiatan sekolah. Kala itu, anak-anak bermain seperti biasa, namun terjadi insiden kecil ketika sebuah barang terjatuh.

"Ibu sebenarnya menasihati murid-murid supaya jangan menyerah, supaya enggak seperti orang lain. Itu ditujukan ke semua murid. Tapi mungkin cara penyampaiannya beda dan ada yang merasa dimarahi di depan kelas," terangnya.

Dari situ, orang tua salah satu murid datang ke sekolah dan persoalan melebar hingga berujung pada perpindahan sekolah anak tersebut.

BACA JUGA:Viral WNI di Jepang Main 'Padel' di Kuburan, Langsung Dihujat Netizen: Deportasi!

Setelah itu, laporan juga masuk ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kita Tangsel.

Menurutnya, sudah dilakukan dua kali mediasi di sekolah, namun belum membuahkan solusi.

"Dari dua kali mediasi itu belum ada hasil. Belum ada solusi sampai sejauh ini," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads