Sindir Etika Irfan Hakim, Kuasa Hukum Ressa: Katakan Salah Jika Temanmu Salah!

Sindir Etika Irfan Hakim, Kuasa Hukum Ressa: Katakan Salah Jika Temanmu Salah!

Kuasa Hukum Ressa Rossano, Ronald Armada secara terang-terangan mengungkapkan kekecewaannya terhadap Irfan Hakim soal persoalan Denada-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID - Kuasa Hukum Ressa Rossano, Ronald Armada secara terang-terangan mengungkapkan kekecewaannya terhadap Irfan Hakim.

Menurutnya, presenter kondang asal Bandung itu sudah membela Denada yang telah menelantarkan anak.

BACA JUGA:MAKI dan KPK Watch Desak Usut Tuntas Kasus WNA Singapura di Jakarta

BACA JUGA:Batal Digelar, Festival K-Pop yang Semula Bakal Hadirkan Member BTS Berujung Laporan Polisi

Pihak Ressa menilai ada kecenderungan dari rekan-rekan artis, termasuk Irfan Hakim, yang dianggap terlalu subjektif membela Denada tanpa melihat penderitaan yang dialami sang anak selama puluhan tahun.

​"Bang Irfan itu saya lihat orang yang beradab dan orang yang berakhlak. Saya sangat kagum dengan beliau," buka Ronald Armada saat ditemui di bilangan Mampang, Jakarta Selatan, Senin 2 Februari 2026.

Persoalan ini memuncak ketika Ressa mengaku sempat mengalami tekanan psikis saat bertemu dengan lingkaran pertemanan ibunya di sebuah acara televisi. Kabar mengenai mulai sepinya tawaran pekerjaan bagi Denada atau isu boikot oleh stasiun TV seolah-olah ditimpakan ke pundak Ressa sebagai kesalahan.

​Ronald menyayangkan sikap para artis senior yang justru memojokkan kliennya, padahal Ressa adalah pihak yang selama ini merasa ditelantarkan. Ia berharap figur seperti Irfan Hakim bisa memberikan contoh bagaimana bersikap adil di tengah konflik hukum, bukan sekadar menunjukkan solidaritas buta.

​"Jadi buat Bang Irfan Hakim, tolonglah agak sedikit adil, jangan ikut campur kalau tidak tahu asbabun nuzul-nya (asal-usul) persoalan ini," tegas Ronald.

BACA JUGA:Denada Akui Ressa Anak Kandungnya, Langsung Ganti Bio Instagram ‘Proud Ibu of AA dan RR’

BACA JUGA:Polemik Atlet Angkat Besi Dilantik PPPK Paruh Waktu, Kemenpora Tunggu Keputusan PAN-RB

Pihak Ressa Rossano menegaskan bahwa langkah hukum yang mereka tempuh bukan berdasarkan emosi sesaat, melainkan fakta pahit yang tersimpan selama 24 tahun. Mereka mengeklaim memiliki dasar yang kuat untuk membuktikan adanya penelantaran tersebut.

​Meskipun Ressa mengaku sempat merasa iba melihat dampak kasus ini terhadap karier ibunya, namun tekanan mental yang ia terima dari rekan-rekan Denada justru memperkuat tekad tim hukumnya untuk terus maju.

​"Saya berbicara tentang fakta. Bismillah, apa yang saya nyatakan ini benar. Kalau sampai kalian mau menantang, silakan. Saya tidak pernah takut sama siapa pun selama saya membela kebenaran," tutup Ronald

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait