Untar Jawab Soal Insiden Adik Keisya Levronka, Tegaskan Kegiatan Tanpa Izin Kampus
Universitas Tarumanagara (Untar) menegaskan, kegiatan yang diikuti adik Keisya Levronka ternyata tidak disertai izin kampus. Karena kegiatan itu bertepatan dengan hari libur nasional.-Dok. Untar-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Di tengah perhatian publik terhadap kondisi adik Keisya Levronka, Lexi Valleno Havlenda, mahasiswi yang mengalami kecelakaan di lingkungan kampus, Universitas Tarumanagara (Untar) akhirnya memberikan respons tegas.
Pihak kampus membuka pernyataannya dengan nada empati. Manajemen Untar menyampaikan rasa prihatin dan simpati mendalam kepada Lexi serta keluarganya, sembari mendoakan proses pemulihan berjalan baik.
Namun di sisi lain, pihak kampus merasa perlu meluruskan sejumlah informasi yang beredar. Khususnya di media sosial.
Untar menilai, pemberitaan sebelumnya dinilai lebih banyak memuat keterangan dari satu pihak sehingga belum sepenuhnya menghadirkan sudut pandang kampus.
BACA JUGA:Bahar bin Smith Mangkir dari Panggilan Polisi, Minta Pemeriksaan Ditunda!
Untar menjelaskan insiden yang dialami Lexi saat mengikuti latihan wall climbing bersama Unit Kegiatan Mahasiswa. Kegiatan itu disebut tidak mengantongi izin resmi dari pihak kampus.
"Perlu kami luruskan pula bahwa insiden terjadi saat yang bersangkutan melakukan kegiatan latihan wall climbing bersama Unit Kegiatan Mahasiswa tanpa memiliki izin berkegiatan dari universitas," demikian bunyi keterangan resmi Untar yang diterima Disway pada Rabu, 3 Februari 2026.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 29 Maret 2024, bertepatan dengan hari libur nasional peringatan Wafat Isa Al Masih.
"Pada hari itu, operasional kampus tidak berlangsung sebagaimana biasanya, termasuk keterbatasan layanan fasilitas penanganan darurat," tambah Untar.
BACA JUGA:Dipanggil Hari Ini, Bahar Bin Smith Tak Penuhi Pemeriksaan di Polres Metro Tangerang Kota
Pun begitu, petugas keamanan kampus, menurut pihak universitas, sempat melarang kegiatan tersebut. Namun latihan tetap berjalan.
Sejak kejadian, Untar mengaku telah menjalin komunikasi dengan keluarga korban. Kampus juga menawarkan dukungan kemanusiaan sesuai kapasitas institusi sebagai bentuk tanggung jawab moral dan akademik. Meski demikian, hingga kini kedua belah pihak disebut belum menemukan kesepakatan terkait bentuk bantuan yang diharapkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: