Menuju Muktamar ke-35 NU: KH Afifuddin Muhajir Adalah Jawaban dan Arus Utama Kepemimpinan PBNU

Menuju Muktamar ke-35 NU: KH Afifuddin Muhajir Adalah Jawaban dan Arus Utama Kepemimpinan PBNU

KH Afifuddin Muhajir, pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi'iyah, Sukorejo-Dokumentasi Pribadi-

Empat: Totalitas Khidmah: Posisi Strategis di Pesantren Situbondo

Posisi beliau sebagai salah satu pengasuh di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo yang bukan merupakan pengasuh utama, justru menjadi kelebihan strategis. Hal ini memungkinkan beliau untuk memberikan totalitas khidmah kepada NU dan umat secara penuh waktu tanpa terbebani oleh manajemen harian pesantren yang sangat besar. Beliau memiliki keleluasaan waktu dan energi untuk mengawal jam'iyyah secara intensif.

BACA JUGA:Erosi Moral di Jantung Tradisi Santri dan Nahdliyyin

BACA JUGA:Ijtihad KH Imam Jazuli untuk NU dan PKB

Lima: Jembatan Antar-Generasi: Kedekatan dengan Intelektual Muda

Kiai Afif adalah sedikit dari kiai sepuh yang memiliki resonansi kuat dengan kaum intelektual muda NU. Beliau menjadi mentor bagi para penggerak tradisi literasi dan riset. Kedekatan ini sangat krusial agar transformasi organisasi di Muktamar ke-35 tetap berpijak pada akar tradisi (turats) namun tetap relevan dengan tuntutan zaman modern.

Memilih Kiai Afifuddin Muhajir sebagai Rais 'Aam pada Muktamar ke-35 bukan sekadar memilih pemimpin, melainkan upaya mengembalikan marwah PBNU sebagai lembaga keagamaan yang berwibawa, ilmiah, dan suci dari kepentingan duniawi. Beliau adalah sintesis dari kealiman klasik dan ketajaman organisatoris modern yang dibutuhkan NU untuk menatap abad kedua perjalanannya. Wallahu'alm bishawab. (*)

*) Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon


KH Imam Jazuli,pengasuh Ponpes Bina Insan Mulia, Cirebon.-Dokumentasi Pribadi-

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: