Mengenal Audric Tsai, Jagoan Robotika Wakil Indonesia di VEX Robotics World Championship AS

Mengenal Audric Tsai, Jagoan Robotika Wakil Indonesia di VEX Robotics World Championship AS

Namanya Adric Tsai, siswa Grade 12 di Sinarmas World Academy, telah menempuh lebih dari enam tahun di dunia robotika kompetitif.--Istimewa

Hasil perpaduan kepemimpinan, ketajaman teknis, dan semangat berbagi tercermin pada World Robot Olympiad International Final 2025 dimana Audric bersama SWA RoboKnights meraih tiga Gold Awards dan Start-Up Award melalui proyek LUMA (Language Using Mind & AI), sebuah komunikasi asistif bagi individu yang kehilangan kemampuan berbicara akibat ALS, stroke, atau kondisi neuromuskular lainnya. LUMA menerjemahkan niat pengguna menjadi suara melalui kombinasi sinyal, pola input, dan interpretasi berbasis kecerdasan buatan, dengan estimasi biaya produksi sekitar Rp10 juta, jauh lebih terjangkau dibandingkan teknologi antarmuka otak-komputer dan sistem pelacakan mata yang saat ini beredar di pasar dengan kisaran harga Rp150 juta hingga Rp210 juta.

BACA JUGA:Berjumpa Airy, Robot Pintar AI yang Siap Layani Pengunjung Mal di Kuningan

“Audric adalah tipe siswa yang diimpikan setiap mentor, cemerlang dalam rekayasa, tak kenal lelah dalam iterasi, dan kuat dalam karakter,” ujar Dr. Haoken, IBDP Coordinator.

Bagi keluarga Audric, capaian ini merupakan buah dari ekosistem pendidikan yang tepat, tempat dukungan sekolah, dedikasi guru, dan fasilitas saling menguatkan.

BACA JUGA:Minta Diajarkan ke Sekolah, Rano Karno: Guru Bukan Diganti Robot, Tapi Diperkuat AI

Keberhasilan Audric merepresentasikan filosofi pendidikan Sinarmas World Academy: prestasi lahir dari disiplin jangka panjang, bukan hasil kebetulan ataupun tujuan tunggal.

Prestasinya juga merupakan bukti kesuksesan program edukasi robotika di Sinarmas World Academy dan ketika sekolah mengambil peran sebagai tuan rumah pertama kompetisi VEX Robotics tingkat nasional di Indonesia, pesan yang disampaikan menjadi jelas: robotika bukan semata tentang mencetak juara, melainkan membangun ekosistem pembelajaran yang memungkinkan generasi muda Indonesia berpartisipasi setara di tingkat global.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads