Kepala BPOM Resmikan Cafe Jamu Indonesia di PIK 2, Dorong Jamu Go Global
Taruna Ikrar menekankan komitmen BPOM dalam memberantas peredaran jamu ilegal produk tanpa izin edar atau yang mengandung bahan kimia berbahaya. -Istimewa-
Inovasi menjadi kata kunci. acaraki memperkenalkan acaraki Jamu Capsule alternatif konsumsi jamu yang lebih praktis bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi.
Tiga varian, Turmeric, Shades of Gold, dan All About Ginger, diluncurkan sebagai pelengkap, bukan pengganti jamu seduh.
BACA JUGA:Pramono Desak Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Dipercepat!
BACA JUGA:Jadwal Liga Inggris Pekan ke-25: Ada MU vs Tottenham, Hingga Liverpool vs Man City
Pesannya jelas, yakni modernisasi tidak harus memutus akar. Ia justru bisa menjadi jembatan agar tradisi tetap hidup.
Disinilah Peran Negara Menjadi Krusial.
Taruna Ikrar mengapresiasi langkah acaraki yang mengembangkan jamu secara bertanggung jawab dan patuh terhadap ketentuan. Bagi dia, inovasi berbasis bahan alam hanya akan bermakna jika tetap mengedepankan keamanan dan mutu.
Kepercayaan publik terhadap jamu Indonesia, kata Taruna, dibangun dari kepastian standar bukan semata klaim.
Secara personal, Taruna Ikrar memberi contoh yang sederhana namun bermakna. Setiap pagi, ia rutin mengkonsumsi jamu jahe.
Sebuah kebiasaan yang mencerminkan keyakinannya bahwa budaya minum jamu adalah tradisi baik yang tidak boleh hilang. “Ia harus diwariskan,” kira-kira begitu pesan yang ingin disampaikan, “dengan bahasa dan pendekatan yang relevan dengan zaman.”
BACA JUGA:IIMS 2026: Hadirkan Lebih Banyak Opsi, BAIC BJ30 HEV Tawarkan Tiga Varian di Indonesia
BACA JUGA:Inara Rusli Siap Lepas Insanul Fahmi, Sekarang Sesekali Masih Ketemu
Dalam lanskap kebijakan, Taruna Ikrar dikenal sebagai figur yang mendorong transformasi jamu secara sistemik. Ia kerap disebut sebagai arsitek transformasi jamu nasional, sebuah peran yang ia jalankan melalui kolaborasi lintas sektor.
Konsep ABG (Akademik, Bisnis, Government) menjadi kerangka kerja: riset dari kampus tidak berhenti di jurnal, pelaku usaha diberi ruang berinovasi, dan negara hadir memastikan standar serta perlindungan publik.
Hilirisasi riset menjadi agenda penting. Jamu, menurut Taruna, harus bergerak dari pengetahuan tradisional menuju produk modern yang aman, bermutu, dan berdaya saing.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: