Dari Racikan Pribadi ke Pasar Global, Perjalanan UMKM Herbal Glaranadi
Perjalanan UMKM Herbal Glaranadi---Dok. Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID -- Di balik secangkir minuman herbal yang kini rutin dikonsumsi ribuan pelanggan, ada perjalanan yang penuh pencarian, riset, dan keberanian mengambil risiko.
UMKM bernama Glaranadi--lahir bukan dari tren bisnis, melainkan dari kebutuhan sang pendiri, Junita Riany, untuk sembuh dan bertahan.
Nama Glaranadi sendiri bukan sekadar rangkaian kata. Junita menjelaskan, istilah itu berangkat dari frasa "tujuan hati", terinspirasi dari nuansa bahasa Sanskerta yang kemudian diplesetkan agar lebih membumi.
Filosofinya sederhana namun dalam: setiap manusia punya cita-cita dan aspirasi, dan Glaranadi ingin menjadi bagian kecil yang membantu meningkatkan kualitas hidup.
Perjalanan Glarandu dimulai pada 2020, di masa pandemi. Awalnya, Junita justru tertarik pada dunia skincare alami. Ia meracik sabun dan produk perawatan berbasis herbal.
Namun di tengah proses itu, ia mengalami masalah kesehatan: sulit tidur, inflamasi, brain fog, hingga emosi yang naik turun. Dari situlah arah bisnisnya perlahan berubah.
"Karena bahannya sama, saya coba meracik herbal jadi minuman kesehatan,” ujar Junita.
Ia membaca buku, mempelajari jurnal ilmiah, dan sempat berkonsultasi dengan ahli. Racikan itu pertama kali ia konsumsi sendiri--dan hasilnya terasa.
Tidur lebih nyenyak, pikiran lebih tenang, dan kondisi tubuh membaik. Racikan yang semula personal itu kemudian ditawarkan ke pasar. Responsnya di luar dugaan.
BACA JUGA:Zyta Delia Ramaikan Kampanye Shopee 2.2 Ramadan Fashion Sale dengan Koleksi Spesial Terbaru
Produk minuman kesehatan justru jauh lebih diminati dibanding skincare. Dari situlah Glaranadi benar-benar menemukan jalannya.
Penjualan dimulai secara online, langsung melalui Shopee. Tanpa tim, tanpa iklan besar, Junita mengurus semuanya sendiri. Mulai dari produksi, pengemasan, hingga pengiriman.
Di awal, penjualannya hanya sekitar dua paket per minggu. Namun titik balik datang ketika ia mulai mencoba fitur iklan di marketplace.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: