Joyful Ramadan 2026: Cara Kemenag Mendekatkan Diri ke Umat Secara Humanis, Inklusif, dan Berdampak
Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, mengungkapkan, Joyful Ramadan berangkat dari mandat utama Kementerian Agama, yaitu mendekatkan umat dengan ajaran agamanya. --Kemenag
Ia menyebut, Ramadan merupakan momentum penting bagi Bimas Islam untuk menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan umat.
Abu menjelaskan, terdapat tiga fokus utama dalam pelaksanaan Joyful Ramadan.
Pertama, penguatan layanan keagamaan melalui optimalisasi peran masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan, KUA sebagai simpul pembinaan keluarga sakinah, serta penyuluh agama sebagai agen literasi keagamaan di tengah masyarakat.
BACA JUGA:Jaga Kenyamanan Ramadan, Pramono Bakal Garuk Manusia Gerobak di Jakarta
“Kami ingin memastikan layanan keagamaan selama Ramadan mudah diakses, responsif, dan memberi manfaat nyata, mulai dari bimbingan ibadah, konsultasi keluarga, hingga edukasi zakat, wakaf, dan filantropi Islam,” ujarnya pada kesempatan yang sama.
Fokus kedua, lanjut Abu, adalah penguatan literasi keislaman yang mencerahkan melalui narasi dakwah yang ramah, moderat, dan menyejukkan.
Materi dakwah selama Ramadan diarahkan pada isu keluarga, ekonomi umat, dan kebangsaan, dengan penguatan konten yang edukatif serta berorientasi pada kemaslahatan bersama.
BACA JUGA:Jaga Kenyamanan Ramadan, Pramono Bakal Garuk Manusia Gerobak di Jakarta
Ia menyebut, seluruh aktivitas dakwah Ramadan berada dalam koridor pembinaan dan pemantauan agar sejalan dengan nilai keislaman yang damai dan inklusif.
Kolaborasi dengan ulama, ormas Islam, akademisi, dan komunitas menjadi kunci untuk memastikan pesan-pesan keagamaan tersampaikan secara konstruktif.
Fokus ketiga adalah pemberdayaan sosial ekonomi umat melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Program seperti Kolaborasi Indonesia Berdaya, TerasZAWA, bazar Ramadan, hingga dukungan UMKM masjid diarahkan untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum penguatan kesejahteraan spiritual dan material.
BACA JUGA:Jaga Kenyamanan Ramadan, Pramono Bakal Garuk Manusia Gerobak di Jakarta
“Ramadan bukan hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, ketahanan keluarga, dan distribusi filantropi produktif. Dampaknya diharapkan terasa hingga pada penguatan harmoni dan moderasi kehidupan berbangsa,” kata Abu.
Ia menambahkan, rangkaian Joyful Ramadan 1447 H mencakup berbagai agenda nasional, mulai dari Tarhib Ramadan, Bersih-Bersih Masjid, Indonesia Berdaya Ramadan, Hilal Observation Coaching dan Sidang Isbat, hingga Takbir Akbar dan Salat Idulfitri. Seluruh program dilaksanakan secara terkoordinasi hingga tingkat daerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: