20 Ton Pestisida Terbakar Cemari Sungai Cisadane, Menteri LH: Mengalir Hingga 22.5 Km ke Hilir
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) gerak cepat menyelidiki kebakaran gudang PT Biotek Saranatama. Hasil penyelidikan awal, 20 ton bahan pestisida terbakar cemari sungai Cisadane.-candra pratama-
"Di goreng di cobain, baunya bau solar. Kayak dimakannya juga sengar. kaya tengik gitu," ungkapnya.
Selepas mencicipi ikan 'mabuk' itu, Ahlan merasakan hal aneh pada tubuhnya. Kepala pusing hingga perut mual-mual. Begitu pun warga yang lain.
"Rasanya abis makan tuh 'ngeliyeng' aja gitu lah, kayak ngeliyeng (pusing, iya bener nih. Ada yang salah," jelasnya.
Ahlan menuturkan, meski sering menemukan fenonema 'ikan mabuk' di Sungai Cisadane, namun kejadian inilah yang paling parah. Sebab, ikan sapu-sapu yang biasanya kuat pun ikut mati.
"Parah ini mah. Maboknya ini. Paling parah selama di Cisadane. sampe ikan-ikan sesili, sapu-sapu mati di sini," ungkapnya.
Terakhir, Ahlan berharap, fenomena seperti jangan sampai terulang kembali. Pemerintah harus mengetatkan pengawasan sungai. Sebab, dampaknya sangat banyak bagi masyarakat.
"Harapan sih pada sehat-sehat aja lah. Harapannya nggak sampai terjadi lagi," harapnya.
Diketahui, kebakaran terjadi pada gudang pestisida di kawasan Taman Tekno, Tangerang Selatan, Senin, 9 Februari 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: