Perkuat Mitigasi Bencana Nasional, PTPN IV PalmCo dan TNI-Polri Gelar Aksi Sinergi Tanggap Karhutla
Mengantisipasi eskalasi ancaman bencana tahunan, khususnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di awal tahun 2026, Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo memperkuat strategi mitigasi nasional melalui kolaborasi lintas sektoral.-dok disway-
JAKARTA, DISWAY.ID - Mengantisipasi eskalasi ancaman bencana tahunan, khususnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di awal tahun 2026, Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo memperkuat strategi mitigasi nasional melalui kolaborasi lintas sektoral.
Langkah ini diwujudkan dengan menggandeng TNI dan Polri dalam serangkaian latihan terpadu dan simulasi tanggap darurat di seluruh unit kerja.
Sinergi ini dinilai krusial mengingat kompleksitas penanganan bencana di Indonesia yang menuntut kecepatan respons dan ketepatan koordinasi.
Sebagai entitas BUMN yang mengelola aset perkebunan nasional, PTPN IV PalmCo menempatkan mitigasi bencana sebagai prioritas utama dalam menjaga stabilitas lingkungan dan operasional.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, di Jakarta, Sabtu (14/2/2026) menegaskan bahwa strategi perusahaan dalam menghadapi potensi bencana kini bertumpu pada pencegahan agresif (aggressive prevention) dan digitalisasi pemantauan.
BACA JUGA:Simulasi Tabel KUR BRI 2026 Pinjaman hingga Rp100 Juta, Cek Cara Ajukan Pencairannya!
BACA JUGA:Akhirnya Wali Kota Denpasar Minta Maaf ke Presiden Usai Ramai Pernyataan Penonaktifan PBI BPJS
"Kami ingin memastikan bahwa Karhutla bisa dicegah sebelum meluas. Dengan pemantauan berbasis teknologi dan kesiapsiagaan tim di lapangan, kami berharap tidak ada lagi kejadian besar yang merugikan masyarakat maupun lingkungan," ujar Jatmiko.
Integrasi Teknologi Digital
Dalam skema mitigasi nasional ini, Jatmiko mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengaktifkan sistem pemantauan digital terintegrasi, yang disebutnya sebagai Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara (ARFINA). Teknologi ini memungkinkan deteksi titik panas (hotspot) secara real-time dan presisi.
"Sistem monitoring digital seperti ARFINA itu terus kami optimalkan untuk mendeteksi dini titik-titik panas di wilayah kerja perusahaan. Kami meyakini investasi pada sistem pencegahan lebih efektif daripada hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah membesar," jelasnya.
Selain teknologi, kesiapan infrastruktur fisik turut diperkuat. Jatmiko memastikan ketersediaan embung dan kolam penampungan air di berbagai titik vital sebagai cadangan logistik pemadaman darurat.
"Dengan sistem dan sumber daya yang kami miliki, kami ingin menunjukkan bahwa PTPN bisa menjadi pelopor dalam perlindungan lingkungan," tambah Jatmiko.
BACA JUGA:MARAH! Barcelona Surati RFEF, Tuding Ulah Wasit La Liga Era Joan Laporta
BACA JUGA:Resmi 500 Gol! Harry Kane Pecahkan Rekor Baru, Catatan Apik Cristiano Ronaldo Terancam Runtuh
Sinergi Keroyok Api di Lapangan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: