Apa Alasan Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen?
Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam sesi konferensi pers daring mengatakan, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia yang masih dipenuhi dengan ketidakpastian.-Tangkapan layar-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Setelah lama ditunggu-tunggu, Bank Indonesia (BI) secara resmi telah mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75 persen.
Keputusan tersebut sendiri diumumkan secara resmi dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, yang digelar secara daring pada Kamis (19/02) ini.
Menurut Gubernur BI, Perry Warjiyo, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia yang masih dipenuhi dengan ketidakpastian.
BACA JUGA:KKP Patok Stok Ikan Nasional 7,3 Juta Ton Hingga Maret 2026, Aman Jelang Lebaran
BACA JUGA:Pilot Pesawat Kargo Pelita Air yang Jatuh di Kalimantan Meninggal
"Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini, pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026 dan mendorong pertumbuhan ekonomi," tutur Perry dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Perry juga turut menambahkan bahwa kedepannya, Bank Indonesia juga akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan monotan dan kebijakan makro mendasar, yang telah ditembus selama ini dengan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga.
Selain itu, Bank Indonesia juga terus memperluas kerjasama internasional termasuk konektivitas sistem pembayaran dan transaksi menggunakan mata uang lokal serta fasilitas penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan.
"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan KSSK untuk terus memperbaiki struktur subuh bunga dan mendorong pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan kredit, dan pembiayaan perbankan tersebut," pungkas Perry.
BACA JUGA:Gojek Beri Santunan Keluarga Driver Ojol yang Tewas Saat On Bid di Batam
BACA JUGA:Planet Sports Run 2026 Ajak 8.000 Peserta Unjuk Gigi Gaya Hidup Sehat
Sementara itu, Bank Indonesia juga turut mengumumkan bahwa posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2025 tetap terjaga.
Dalam hal ini, Posisi ULN Indonesia pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 431,7 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi ULN pada triwulan III 2025 sebesar 427,6 miliar dolar AS.
Selain itu, perkembangan posisi ULN triwulan IV 2025 terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: