Transaksi Ramadan Naik, BNI Ingatkan Waspada Modus Kejahatan Siber Jelang Lebaran

Transaksi Ramadan Naik, BNI Ingatkan Waspada Modus Kejahatan Siber Jelang Lebaran

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber, khususnya phishing, seiring melonjaknya aktivitas transaksi selama Ramadan dan menjelang Lebaran-Dok.BNI-

JAKARTA, DISWAY.ID -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber, khususnya phishing, seiring melonjaknya aktivitas transaksi selama Ramadan dan menjelang Lebaran.

Momentum pencairan tunjangan hari raya (THR) dinilai kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan digital untuk menargetkan tabungan masyarakat.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan peningkatan transaksi keuangan pada periode Ramadan membuat risiko serangan siber ikut meningkat.

BACA JUGA:BNI dan BNI Ventures Luncurkan Dropbox Kertas di Jakarta, Dorong Ekonomi Sirkular Kantor

BACA JUGA:BNI Integrasikan Ekonomi Sirkular dan Inklusi Keuangan Lewat Program Agen46 Bank Sampah

“Nasabah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin canggih, terutama menjelang Lebaran ketika transaksi keuangan meningkat signifikan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, phishing masih menjadi salah satu bentuk kejahatan siber yang paling umum terjadi.

Dalam modus ini, pelaku menyamar sebagai institusi resmi atau pihak tepercaya untuk mencuri data pribadi, seperti username, kata sandi, kode OTP, hingga informasi kartu kredit.

Serangan phishing biasanya dilakukan melalui email, pesan singkat (SMS), panggilan telepon, maupun media sosial.

Pelaku mengirimkan pesan yang tampak meyakinkan agar korban mengklik tautan palsu, membuka lampiran berbahaya, atau memberikan informasi sensitif tanpa disadari.

BACA JUGA:BNI Siagakan Layanan Terbatas Saat Libur Imlek, Transaksi Strategis dan Digital Tetap Jalan

BACA JUGA:BNI Raih 3 Penghargaan di JCB Indonesia Awards 2026

Okki menjelaskan, phishing dapat menjadi pintu masuk kejahatan yang lebih serius, mulai dari pencurian identitas hingga pengambilalihan akun dan transaksi ilegal yang merugikan nasabah.

Bahkan, tren terbaru menunjukkan serangan semakin tertarget dan sulit dikenali karena memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads