Kronologi Erspo Gagal Bayar Utang Rp2 Miliar Berujung Gugatan, Kubu GBI: Cuma Janji Manis!
Erspo disebut-sebut gagal bayar utang Rp2 miliar terkait kesepakatan kerja sama dengan PT Grand Best Indonesia (GBI).-Instagram/@erspo.official-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Kredibilitas Erspo (PT Ritel Jaya Abadi) kini dipertanyakan oleh mantan kliennya, PT Grand Best Indonesia (GBI) karena tersandung utang hingga Rp1 miliar. Karena tidak ada kejelasan, pihak GBI menggugat perusahaan apparel tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).
Pertama kali kemunculannya, Erspo mengguncang Tanah Air setelah dipercaya menjadi sponsor utama Timnas Indonesia ketika tembus ke babak kualifikasi Piala Dunia 2026.
Setidaknya, saat proses tender, Erspo mampu mengalahkan merek-merek apparel olahraga seperti Mills hingga Adidas. Detik-detik peluncurannya memang heboh, gimmick-gimmick yang dimainkan menggugah selera suporter Garuda saat itu.
Dalam perjalanannya, Erspo mendapatkan berbagai kritikan lantaran kualitas baju Timnas yang dijajakan untuk versi suporter di luar ekspektasi publik.
PSSI Kena Jebakan Batman?
Plot twist-nya, setelah tidak dipercaya kembali menjadi apparel pendukung Rizky Ridho Cs, Erspo kini harus berhadapan dengan mantan rekan bisnisnya, GBI.
Melalui kuasa hukum Margono-Ismawan & Co Indonesia Law Firm (MICO Indonesia Law Firm), Ricky Margono menjelaskan, penunjukkan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) terhadap Erspo sebagai sponsor utama tim patut dipertanyakan.
Pasalnya, di tengah hype dengan Timnas Indonesia itu, Erspo disebut memiliki jejak utang yang tidak sedikit kepada GBI, yakni sekitar Rp2 miliar.
Erspo disebut-sebut telah melanggar kesepakatan kerja sama dengan GBI, hingga proses pembayaran itu berangsur-angsur hanya sebatas janji manis.
BACA JUGA:Prediksi Line Up Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026
Ricky menyebut, setidaknya Erspo telah menunggak pembayaran selama satu tahun. Dan itu terjadi ketika mereka mendukung Timnas Indonesia secara penuh di level dunia.
Ricky mengaku heran dengan PSSI apa yang membuat Erspo dipercaya menjadi penyokong utama tim. Sementara di sisi lain mereka punya utang kesepakatan dengan GBI.
Ia menilai setelah dipercaya oleh PSSI, Erspo menghilang begitu saja, tidak mempertanggungjawabkan kewajibannya atas GBI.
"Ketika Erspo ditunjuk oleh pemerintah dalam hal ini PSSI, itu sejauh mana mereka bisa memberikan persyaratan yang bisa dapat dipercayalah oleh PSSI, gitu," tanya Margono saat ditemui di Jakarta pada Kamis, 26 Febuari 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: