Profil dan Rekam Jejak Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Tewas dalam Serangan AS-Israel

Profil dan Rekam Jejak Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Tewas dalam Serangan AS-Israel

Profil dan rekam jejak Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel di Teheran menjadi sorotan dunia.-Khamenei.IR-Agence France Presse (AFP)

Ia aktif bergabung dalam demo terhadap sistem monarki Iran.

Sosoknya juga merupakan anggota pendiri Partai Republik Islam (IRP).

Ali Khamenei diangkat sebagai sekretaris jenderal IRP usai bom teroris pada 1981 yang menewaskan Presiden Iran Mohammad Ali Raja'i dan sekretaris jenderal IRP.

Beberapa minggu kemudian, ia menjadi kandidat presiden IRP dan terpilih pada 1981, lalu periode berikutnya tahun 1989.

Beberapa posisi penting di Iran yang pernah dipegang oleh Ayatollah Ali Khamenei sebagai berikut.

  • Anggota pendiri Partai Republik Islam
  • Wakil Menteri Pertahanan
  • Pengawas Garda Revolusi Islam
  • Imam Salat Jumat di Teheran
  • Anggota parlemen Teheran
  • Wakil Imam Khomeini di Dewan Tinggi Pertahanan
  • Garda terdepan perang yang dipaksakan Irak
  • Presiden Republik Islam Iran (dua periode yang berbeda)
  • Ketua Dewan Kebudayaan Revolusi
  • Presiden Dewan Kebijaksanaan
  • Pemimpin Republik Islam Iran setelah wafatnya Imam Khomeini
  • Ketua Komite Revisi Konstitusi

Saat menjadi pemimpin tertinggi Iran, Korps Garda Revolusi Islam atau Korps Garda Revolusi Islam berevolusi menjadi kekuatan dominan.

Di bawah kepemimpinannya, kekuatan tersebut mencakup bidang militer, politik, dan ekonomi.

Ia juga mengusung konsep "ekonomi perlawanan" untuk menopang kemandirian Iran di tengah sanksi Barat.

Sayangnya, pendekatan keras ini memicu kritik di dalam negeri.

Hingga akhirnya terjadi penindakan brutal terhadap protes pemilu 2009 dan gelombang demonstrasi 2022 terkait hak perempuan.

Di mana kepemimpinan Khamenei yang melihat ketidakstabilan domestik sebagai ancaman keamanan nasional.

Meski begitu, Ayatollah Ali Khamenei dikenal pragmatis.

Ia menyetujui nuklik 2015 (JCPOA) untuk meredakan tekanan ekonomi akibat sanksi.

Saat langkah AS di bawah Trump menarik diri dari kesepakatan itu, Khamenei kembali ke sikap konfrontatif, menolak dialog dengan Washington.

Bagkan, ia mendorong strategi "bukan damai, bukan perang" dan memperkuat jaringan sekutu regional yang dikenal sebagai "poros perlawanan" termasuk Hizbullah, Hamas, dan Houthi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads