Jelang Lebaran 2026, Momentum Obral 'Limbah' Thrifting: Untung atau Rugi?
Mendekati momentum lebaran 2026, stok para pedagang thrifting kian melimpah. Alhasil banyak limbah-limbah lama yang tak terjual akhirnya diobral.-Cahyono/Disway.id-
Jika beruntung, pelanggan bisa mendapatkan pakaian dengan kualitas baik dari merk ternama.
“Kalau jins-jins yang bagus ya Rp100 lebih, 100 ribu. Bisa (nego) lah,” ujar wanita asal Suamtera Barat tersebut.
Barang Impor China Mendominasi
Kata Hapsah, kebanyakan pakaian bekas yang dia jual diimpor dari China. Barang-barang itu dikirim langsung oleh importir ke Pasar Senen Blok III.
Di terlihat lokasi puluhan karung balpres pakaian bekas menumpuk di depan lobi Pasar Senen Blok III.
Menjelang Magrib, aktivitas bongkar muat barang bekas impor oleh para porter terlihat sangat sibuk.
Mungkin tidak mengetahui secara pasti siapa pihak importir yang memasok barang-barang bekas tersebut.
Hapsah mengambil pakaian bekas impor tersebut di depan lobi Pasar Senen Blok III dalam bentuk karung balpres.
Harga per balpresnya bervariasi dikisaran Rp6-8 juta, tergantung ukuran dan kualitasnya.
Selama ini Hapsah mengaku tidak pernah kecewa dengan kualitas barang yang dia ambil dari pemasok langganannya.
Kalaupun omzetnya seret, itu murni dari sepinya pembeli, bukan karena rendahnya kualitas barang.
“Makanya kalau nggak kenal jangan ini (ambil), saya nggak berani,” ujarnya.
Hapsah mengaku, selama dua tahun dirinya berjualan pakaian bekas di kawasan Pasar Senen, belum pernah mengalami kerugian.
“Ya, ada lah dikit-dikit (keuntungan), nggak boncos-boncos banget gitu,” tegasnya.
Hapsah menuturkan, saat ini di lapaknya tidak melulu menjual pakaian bekas. Untuk menarik pelanggan Hapsah juga menjual pakaian baru dengan harga di bawah pasaran.
Hapsah berharap, menjelang Idul Fitri tahun ini, omzet usahanya secara perlahan dapat mengalami kenaikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: