Harga Mobil Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar, Kronologi Pengadaan dan Pengembaliannya Diungkap CV Afisera
Direktur Utama CV Afisera, Subhan, memaparkan secara rinci kronologi pengadaan hingga pengembalian mobil dinas gubernur senilai Rp8,5 miliar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).-Mayang Sari/Disway Kaltim-
BACA JUGA:Resmi! Ini Besaran BHR 2026, Ojol dan Kurir Wajib Terima Minimal 25 Persen Pendapatan
Ia menjelaskan, sebelumnya ia lebih banyak memasok kendaraan dalam bentuk paket, seperti Innova dan Fortuner dalam jumlah puluhan unit sekaligus. Nilai total paket bisa besar, tetapi harga per unit tidak setinggi mobil yang kini menjadi polemik.
"Dulu pernah suplai 20–25 unit sekaligus. Tapi kalau satu mobil saja dengan harga seperti ini, memang ini yang paling mahal," jelasnya.
Subhan juga mengungkapkan CV Afisera telah menjadi penyedia kendaraan bagi instansi pemerintah di Kalimantan Timur sejak masa kepemimpinan Awang Faroek Ishak. Pada masa itu, mekanisme pengadaan masih didominasi lelang terbuka.
"Sejak dulu sudah ikut pengadaan. Terakhir aktif sekitar 2010. Setelah itu sistemnya berubah, lebih banyak lewat e-katalog," ungkapnya.
Selain jual beli, perusahaannya juga bergerak di bidang penyewaan kendaraan. Meski telah lama bertransaksi dengan instansi pemerintah, ia mengakui pengembalian unit seperti ini baru pertama kali terjadi dalam pengalamannya.
BACA JUGA:Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK, Berikut Silsilah Keluarga Penyanyi Dangdut A Rafiq
"Baru ini pertama kali ada pengembalian," tuturnya.
Saat ditanya apakah spesifikasi mobil operasional dipesan langsung oleh Gubernur Kaltim, Subhan tidak membeberkan. Dia bilang semua ketentuan jenis berdasarkan ketetapan aturan di Pemprov Kaltim. Sedangkan dirinya tidak mengetahui lebih rincinya.
"Wah kalau untuk itu saya tidak mengetahui detailnya, itu sudah ada permintaan pengadaan 1 unit saja seperti itu," pungkasnya.
Sebagai informasi, mobil SUV Hybrid dengan kapasitas 2.996 cc merek Range Rover ini diadakan oleh Biro Umum Setda Prov Kaltim yang tercatat dalam sistem inaprov senilai Rp8,5 miliar bersumber dari APBDP 2025.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: