Nusron Ungkap Prabowo Bahas Konflik Iran dan Kesepakatan Dagang AS Saat Buka Bersama Ulama

Nusron Ungkap Prabowo Bahas Konflik Iran dan Kesepakatan Dagang AS Saat Buka Bersama Ulama

Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana Nusron Wahid membeberkan isi pembahasan dalam acara buka puasa Presiden Prabowo Subianto bersama para ulama pada Kamis (5/3/2026).-Anisha-

JAKARTA, DISWAY.ID— Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Penanggulangan Bencana Nusron Wahid membeberkan isi pembahasan dalam acara buka puasa Presiden Prabowo Subianto bersama para ulama pada Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam kesempatan itu Prabowo memaparkan kondisi geopolitik global, termasuk konflik Iran serta kebijakan perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat.

“Ya tadi sudah saya sampaikan, bagaimana kondisi global, kenapa Indonesia masuk BoP, bagaimana antisipasi dampak terhadap perang Iran. Jangan sampai perang Iran berdampak terhadap krisis yang ada di sini, baik itu krisis pangan maupun krisis energi,” kata Nusron kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (6/3/2026) dini hari.

BACA JUGA:Buya Yahya Bilang Tugas Presiden Berat, Maka Dia Ajak Rakyat Doakan Prabowo

Selain itu, Nusron menyebut Prabowo juga menjelaskan latar belakang keputusan Indonesia menandatangani Agreement Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat.

"Kemudian menjelaskan kenapa Indonesia tanda tangan terhadap ART, ya kan? Agreement Reciprocal Trade dengan Amerika. Dalam rangka untuk men-balancing perdagangan dan sebagainya. Yang di luar sana dianggap Indonesia tidak berdaulat, terlalu menguntungkan kepada Amerika dan sebagainya," imbuhnya.

Menteri ATR/BPN ini menambahkan, kebijakan impor dalam kesepakatan tersebut sebenarnya tidak menambah jenis barang baru. Pemerintah hanya mengalihkan sumber impor yang selama ini sudah berjalan.

"Selama ini impor BBM-nya ngambil dari negara Gabon, Nigeria, kemudian Timur Tengah, dipindahkan ngambil dari Amerika. Kemudian kedelai, selama ini ngambil kedelai dari Brazil sama dari Argentina, dipindahkan ngambil kedelai dari Amerika untuk dalam rangka mengurangi tarif dari Amerika ke Indonesia," kata Nusron.

"Semua sudah dijelaskan sama Pak Presiden, yang intinya kebijakan itu adalah win-win solution," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads