Program Alih Usaha Untuk Kebaikan di NTT: Dua Pelaku Usaha Daging Anjing Resmi Tutup
Setelah penutupan, 10 anjing yang diselamatkan dibawa ke Rumah Sakit Hewan UPTD Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT untuk mendapatkan vaksinasi dan perawatan medis. -Istimewa-
KUPANG, DISWAY.ID-- Upaya bersama untuk mengakhiri perdagangan daging anjing dan menekan penyebaran rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai tonggak bersejarah.
Dua pelaku usaha daging anjing di Kota Kupang, yaitu seorang pemilik rumah potong dan seorang pemilik rumah makan resmi menutup usahanya setelah lebih dari empat dekade beroperasi.
BACA JUGA:PLN Bagikan Diskon Listrik 2026 Sebesar 50 Persen Khusus Bulan Maret, Simak Cara Dapatkannya
BACA JUGA:KABAR DUKA: Donny Fattah, Bassis Band Rock 'God Bless' Meninggal Dunia
Langkah ini merupakan bagian dari program “Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan”, sebuah inisiatif kolaboratif antara Humane World for Animals (HWA), Jakarta Animal Aid Network (JAAN Domestic), dan Pemerintah Provinsi NTT.
Program ini berfokus pada pendampingan usaha, pelatihan, dan perubahan perilaku positif bagi individu yang ingin meninggalkan praktik perdagangan daging anjing dan beralih ke usahayang lebih beretika dan berkelanjutan.
Dalam keterangan resminya, Sabtu 7 Maret 2026, HWA dan JAAN menyebut sebanyak 10 ekor anjing yang ditemukan masih hidup di rumah potong tersebut juga berhasil diselamatkan oleh tim mereka.
Ancaman Rabies dan Kesejahteraan Hewan di NTT
Provinsi NTT merupakan salah satu wilayah dengan tingkat perdagangan daging anjing tertinggi di Indonesia.
BACA JUGA:Hati-Hati Marak Mi Kuning hingga Es Cendol Mengandung Formalin dan Rhodamin
Ribuan anjing setiap tahun diculik dari jalanan dan rumah warga, lalu diperdagangkan lintas provinsi tanpa pemeriksaan kesehatan.
Melalui “Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan”, para pemangku kepentingan berupaya mendukung target pemerintah untuk menjadikan NTT bebas rabies pada tahun 2030, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesejahteraan hewan.
“Setiap bisnis daging anjing atau kucing yang berhenti beroperasi melalui Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan merupakan langkah nyata menuju perlindungan hewan dan kesehatan masyarakat. Perdagangan anjing tanpa vaksinasi adalah resiko besar bagi keselamatan manusia dan hewan,” ujar Julie Sanders, Direktur Kampanye Ending Dog and Cat Meat HWA.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: