Danantara Dapat Hibah Lahan 31,2 Hektar dari Mochtar Riady untuk Pembangunan Rusun MBR
Penyerahan surat hibah diserahkan Dr. Mochtar Riady kepada Kepala Badan Pengelola Investasi (BKI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dengan disaksikan oleh Hashim Djojohadikusumo sebagai Ketua Satgas Perumahan dan Utusan Khusus Presiden, dan Menteri PKP M--Istimewa
"Yang penting hari ini adalah Danantara mendukung program pemerintah dan memulai langkah awal pada hari ini dan yang akan mengerjakan proyek ini,” ucap dia.
Proyek tersebut, lanjut Rosan, merupakan bagian dari program pembangunan 3 juta unit rumah yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat.
Maruarar memberikan apresiasi kepada sejumlah tokoh yang berperan dalam mendorong realisasi proyek tersebut, khususnya Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo sebagai figur yang aktif mendorong percepatan program tersebut dan CEO Danantara Rosan Roeslani.
BACA JUGA:Danantara Harus Hati-hati Pilih Pimpinan Merger 3 Anak Usaha Pertamina
Ia memuji peran CEO Danantara, Rosan Roeslani yang akan memimpin pelaksanaan pembangunan proyek tersebut.
"Pak Hashim, Pak Rosan bekerja sangat keras untuk memastikan program ini bisa berjalan,” ungkap Maruarar.
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam proyek ini menjadi contoh bagaimana program perumahan nasional dapat dijalankan secara lebih cepat dan efektif.
“Kami berharap pembangunan apartemen subsidi di Meikarta dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan program besar pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi rakyat Indonesia,” papar dia.
BACA JUGA:Bicara di CNA Summit, CEO Danantara Paparkan Kunci Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 8 Persen
Hibah lahan 31,3 ha, kata Maruarar, merupakan hibah terbesar yang diterima oleh pemerintah selama program 3 juta rumah dicanangkan Presiden Prabowo. Ia memberikan apresiasi kepada Pak Mochtar dan Lippo yang sudah ikut menyukseskan program besar nasional di bidang perumahan.
Pada kesempatan yang sama, Hashim mengatakan, program pembangunan 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo bukan sekadar proyek perumahan, tetapi juga strategi besar untuk menggerakkan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program itu juga merupakan bukti terjalinnya Indonesia Incorporated. “Ini benar-benar contoh Indonesia Incorporated ketika pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak bergerak bersama untuk kepentingan bangsa,” kata Hashim .
Saat ini, kata Hashim, ada sekitar 9 juta hingga 15 juta keluarga yang membutuhkan rumah tinggal dan sekitar 27 juta keluarga Indonesia yang menetap di rumah tidak layak huni.
BACA JUGA:Bicara di CNA Summit, CEO Danantara Paparkan Kunci Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 8 Persen
Pembangunan rumah mestinya lebih dari 3 juta unit setahun agar bisa mengejar ketertinggalan. Tapi, pembangunan perumahan yang sedang berjalan memberikan dampak ekonomi luar biasa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: