Libatkan 400 Mal, BINA Lebaran 2026 Targetkan Transaksi Rp53,38 Triliun
Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 menargetkan transaksi sebesar Rp53,38 triliun.-Istimewa-
Koridor tersebut diharapkan menjadi etalase kreativitas ritel Indonesia yang terintegrasi dengan promosi wisata dan belanja.
Di tengah dinamika dan ketidakpastian global, Budihardjo menegaskan bahwa penguatan konsumsi domestik menjadi semakin penting.
Industri ritel berupaya menjaga ketersediaan stok, terutama produk lokal yang relatif terjaga, meskipun beberapa produk impor mengalami keterlambatan pasokan menjelang Lebaran.
Karena itu, HIPPINDO mendorong koordinasi yang lebih kuat antar kementerian dan lembaga, termasuk dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, agar ketersediaan barang dapat terjaga dan momentum penjualan ritel pada periode besar seperti Ramadan, Imlek, Cap Go Meh, dan Lebaran dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menyebut bahwa pusat perbelanjaan telah melakukan persiapan sejak awal tahun untuk menyambut periode Ramadan dan Lebaran.
BACA JUGA:Ditemukan Jelang Tengah Malam, Korban Longsor Sampah Bantar Gebang Jadi 7 Orang
Ia mencatat tren kunjungan ke pusat perbelanjaan mulai menunjukkan peningkatan.
“Hingga saat ini kami melihat tren kunjungan yang cukup positif dengan kenaikan sekitar 10 sampai 15 persen dan kami optimistis tren ini akan terus bertahan hingga setelah Idulfitri,” kata Alphonzus.
Ia memperkirakan puncak penjualan akan terjadi pada akhir pekan hingga minggu sebelum masyarakat melakukan perjalanan mudik.
Setelah Idulfitri, lonjakan kunjungan juga diperkirakan kembali terjadi pada hari kedua Lebaran yang biasanya didominasi aktivitas rekreasi keluarga di pusat perbelanjaan.
Direktur The Foodhall, Lenny Tjandra, mengatakan, sektor ritel berkomitmen menjaga ketersediaan produk dan stabilitas harga selama Ramadan hingga Lebaran.
“Melalui berbagai program diskon, dukungan terhadap partisipasi brand nasional maupun pelaku UMKM, serta memastikan ketersediaan stok barang tetap terjaga, kami ingin menghadirkan pengalaman berbelanja yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Head of Government Affairs Lazada Indonesia, Yovan Sudarma, menyampaikan bahwa kolaborasi dalam BINA Lebaran 2026 merupakan bagian dari komitmen Lazada untuk mendukung agenda penguatan ekonomi domestik melalui transformasi digital.
“Kolaborasi Lazada dengan HIPPINDO dalam program BINA Lebaran 2026 menjadi wujud komitmen kami dalam mendukung agenda penguatan ekonomi nasional melalui kolaborasi lintas ekosistem. Bersama HIPPINDO dan para pemangku kepentingan lainnya, kami mendorong integrasi yang lebih erat antara industri ritel offline dan kanal digital agar momentum Ramadan dan Idulfitri dapat lebih optimal," jelas Yovan.
Melalui kapabilitas teknologi dan pendekatan berbasis data, Lazada terus mendukung brand dan UMKM lokal Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: