Produk RI Meningkat Jelang Idul Fitri, Pemerintah Tekan Barang Thrifting

Produk RI Meningkat Jelang Idul Fitri, Pemerintah Tekan Barang Thrifting

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Rizky Aditya Wijaya memberikan keterangan pers-Fajar Ilman-

JAKARTA, DISWAY.ID - Peredaran pakaian bekas impor ilegal atau thrifting kembali menjadi sorotan.

Pasalnya, hingga saat ini import pakaian bekas masih masif. Hal itu ditandai sejumlah pasar hingga lapak pinggir jalan dilaporkan dibanjiri produk tersebut.

Alhasil banyaknya pakaian bekas import yang masuk ke Indonesia merugikan industri kecil dan menegah dalam negeri.

BACA JUGA:Keberangkatan Haji 22 April, Wamenhaj Ungkap Pesan Presiden: Fokus Keselamatan Jemaah

Menyikapi itu, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Rizky Aditya Wijaya menegaskan bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap praktik impor pakaian bekas ilegal.

"Langkah ini penting untuk menjaga keberlangsungan industri tekstil nasional serta memberikan ruang yang lebih besar bagi produk dalam negeri untuk berkembang di pasar domestik," tegasnya dalam konfirmasinya, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia membebekan, berdasarkan laporan dari pelaku industri yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO).

Tercatat, saat produksi di beberapa segmen produk, seperti produk busana muslim, kain sarung, pakaian anak, sepatu kasual, dan sandal yang menjadi kebutuhan utama masyarakat menjelang Idul Fitri mengalami peningkatan sejak awal tahun 2026.

BACA JUGA:Peserta PBI JK Dinonaktifkan Bisa Beralih ke PBPU atau Skema Pemda, Ini Caranya!

Menurutnya, Ramadhan dan Idul Fitri juga memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja tambahan guna memenuhi peningkatan pesanan produksi.

Oleh karena itu, lanjut Dia, Kemenperin terus memperkuat daya saing industri nasional melalui peningkatan produktivitas, transformasi teknologi, penerapan industri 4.0, serta penguatan pasar domestik. 

Ia menambahkan, pemerintah juga mendorong pelaku industri untuk memanfaatkan platform digital guna memperluas pemasaran dan memperkuat branding produk dalam negeri.

Rizky menyampaikan optimisme bahwa industri nasional mampu memanfaatkan momentum Ramadhan dan Idul Fitri ini secara maksimal. 

BACA JUGA:BPKH Sosialisasi Investasi Dana Haji, LPS Bagi Tips Kemandirian Finansial

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait