Jelang Arus Mudik Lebaran 2026, Komisi V DPR Soroti Kerusakan Jalan Tol Jakarta-Tangerang
Menjelang arus mudik Lebaran 2026, kerusakan jalan tol Jakarta-Tangerang menuai sorotan tajam dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda-Dok.Disway-
Di lain sisi, operator jalan tol selama ini berdalih kerusakan jalan juga dipicu kendaraan ODOL (over dimension over load) yang melampaui kapasitas jalan.
"Apapun alasannya, kerusakan jalan tol yang membahayakan pengguna tidak bisa ditoleransi," kata Huda.
BACA JUGA:Juara Puisi Bercampur dengan Ilmu Filsafat Menyatu dalam Tubuh Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
Ia mengingatkan kemacetan akibat kerusakan jalan dapat memicu penumpukan kendaraan, keterlambatan perjalanan mudik, hingga meningkatkan risiko kelelahan pengemudi di jalan.
Komisi V menegaskan peringatan keras sebenarnya sudah disampaikan sejak dua bulan lalu. Jika tidak ada perbaikan nyata, DPR menilai ada unsur kelalaian bahkan pembiaran.
"Warning dari Komisi V sudah kami sampaikan sejak lama. Kalau sampai sekarang belum ada perbaikan serius, itu bisa masuk kategori kelalaian," ungkapnya.
Sementara itu, Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division selaku pengelola Ruas Tol Jakarta–Tangerang terus melakukan perbaikan perkerasan jalan di sejumlah titik sebagai bagian dari upaya pemeliharaan jalan tol guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Senior General Manager JMT Widiyatmiko Nursejati, menyampaikan bahwa Jasa Marga terus mengoptimalkan upaya perbaikan jelang layanan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H dengan mengerahkan sejumlah tim di lapangan.
BACA JUGA:Sudah Dihujani Teror Termasuk pada Ibunya, Ketua BEM Tiyo Ardianto Bilang Tak Berdampak Apa-Apa
BACA JUGA:PMI Indramayu Jadi Korban Kekerasan hingga Tewas di Arab Saudi, KP2MI Turun Tangan
"Kami terus mengoptimalkan upaya perbaikan melalui pengerahan beberapa tim pemeliharaan yang bekerja secara bertahap di sejumlah titik," terang Widyatmoko.
"Saat ini terdapat tiga tim rekonstruksi dengan masing-masing 15 personel, satu tim Scrapping, Filling, and Overlay (SFO) beranggotakan 10 personel, serta enam tim patching beranggotakan masing-masing lima personel," sambungnya.
Widiyatmiko juga menambahkan bahwa saat ini perbaikan perkerasan dilakukan secara bertahap di sepanjang Ruas Tol Jakarta–Tangerang dengan prioritas penanganan mulai dari KM 8 s.d. KM 26.
Selain itu, juga dilakukan percepatan penanganan perbaikan perkerasan jelang puncak arus mudik untuk menjaga kapasitas jalan dapat melayani pemudik dengan optimal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: