Arus Mudik di Bali, Antrean Kendaraan Mengular di Pelabuhan Gilimanuk
Arus mudik di Pulau Bali terpantau padat hingga antrean menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana mencapai 31 Kilometer-Istimewa-
BALI, DISWAY.ID - Arus mudik di Pulau Bali terpantau padat hingga antrean menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana mencapai 31 Kilometer.
Pemantauan arus mudik secara udara dilakukan Kapolda Bali, Irjen Daniel Adityajaya bersama Pangdam IX/Udayana, Kepala Basarnas Bali di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.
BACA JUGA:Siswa Sekolah Rakyat Aceh Besar Bagikan Takjil Gratis
BACA JUGA:Ngaji Bareng Kemenag di Al-Karimiyah, Wali Kota Depok: Tidak Akan Pernah Menyesal Menjadi Santri!
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy mengatakan pemantauan tersebut dilakukan menggunakan helikopter dalam rangka memastikan kelancaran arus kendaraan.
"Jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk diketahui menjadi salah satu titik krusial karena merupakan pintu utama keluar masuk kendaraan dari dan menuju Bali menuju Pulau Jawa," katanya kepada awak media, Selasa 17 Maret 2026.
Dari hasil pemantauan udara, terlihat antrean kendaraan menuju pelabuhan masih mengular cukup panjang hingga mencapai puluhan kilometer.
"Deretan kendaraan yang didominasi truk logistik, bus penumpang, hingga kendaraan pribadi tampak menunggu giliran untuk memasuki area pelabuhan," ujarnya.
BACA JUGA:Kelola Sampah di Jakarta, Pramono Ajak Warga Pilah Limbah Jadi 4 Kategori
Dijelaskannya, peninjauan udara tersebut dilakukan untuk melihat kondisi riil arus kendaraan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik selama masa mudik.
"Bapak Kapolda Bali bersama Pangdam IX/Udayana dan Kepala Basarnas Bali melakukan pengecekan langsung melalui pemantauan udara untuk melihat kondisi antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Dari hasil pemantauan memang terlihat antrean kendaraan masih cukup panjang akibat tingginya mobilitas masyarakat yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa," jelasnya.
Menurutnya, lonjakan kendaraan yang terjadi saat arus mudik belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan armada kapal penyeberangan yang memadai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas pelayanan di pelabuhan menjadi terbatas sehingga memicu antrean kendaraan yang cukup panjang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: