Gilimanuk Pulih Setelah Nyepi, Arus Padat Berhasil Dikendalikan Penuh

Gilimanuk Pulih Setelah Nyepi, Arus Padat Berhasil Dikendalikan Penuh

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano memberikan keterangan kepada wartawan. -Foto: Dokumentasi ASDP-

Sejumlah langkah strategis dijalankan secara simultan, mulai dari optimalisasi operasional hingga pola sangat padat dengan pengoperasian sekitar 35 kapal, penerapan sistem Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) dengan durasi layanan yang dipercepat, penambahan kapal perbantuan, hingga rekayasa lalu lintas dan pemanfaatan buffer zone secara maksimal. Sinergi erat antara ASDP, Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan pemerintah daerah menjadi fondasi utama keberhasilan ini.

Lonjakan Kendaraan Lebih dari 40 Persen

Di sisi lain, lonjakan arus kendaraan yang melampaui 40% menjelang penutupan lintasan saat Hari Raya Nyepi turut memberikan tekanan signifikan terhadap kapasitas layanan. Dinamika lalu lintas di luar kawasan pelabuhan juga berkontribusi terhadap panjang antrean pada periode sebelumnya.

BACA JUGA:ASDP Kerahkan KMP Prima Nusantara Urai Antrean Gilimanuk

BACA JUGA:Satu Tahun Danantara Indonesia: ASDP Dukung Pendidikan Generasi Muda melalui 2.000 Paket Sekolah

Meski demikian, kinerja layanan menunjukkan daya tahan yang kuat. Data Posko Gilimanuk selama 24 jam periode 18 Maret 2026 (H-3) mencatat total penumpang mencapai 74.213 orang atau naik 65,2% dibandingkan tahun lalu. Kendaraan roda dua tercatat 14.659 unit (+44,5%), roda empat 7.260 unit (+87,7%), bus 585 unit (+51,2%), dan truk 1.051 unit (+139,4%). Total kendaraan mencapai 23.555 unit atau meningkat 58,8%.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-3, total penumpang mencapai 457.611 orang (+7,2%) dan total kendaraan 146.447 unit (+8,8%). Angka ini menegaskan bahwa lonjakan mobilitas tetap dapat diimbangi dengan penguatan kapasitas layanan yang adaptif.

Saat ini, operasional penyeberangan berlangsung stabil, tertib, dan terkendali. Seluruh kendaraan terserap dengan baik ke dalam sistem buffer zone, sehingga arus layanan menjadi lebih terukur.

Ke depan, ASDP memastikan penguatan koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan, terutama menjelang puncak arus Lebaran. Fokus utama adalah menjaga stabilitas kondisi agar tetap optimal dan responsif.

BACA JUGA:Jelang Nyepi dan Lebaran, ASDP Kerahkan 35 Unit Kapal Nonstop Layani Arus Bali–Jawa

BACA JUGA:ASDP Gandeng OT Group untuk Layanan Konsumsi di Pelabuhan Selama Mudik

ASDP juga mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas, memanfaatkan buffer zone, serta mengatur waktu perjalanan dengan bijak guna menjaga kelancaran bersama.

ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, lancar, dan humanis. Bersama seluruh pemangku kepentingan, ASDP akan terus memastikan setiap perjalanan masyarakat berlangsung lebih tertib, terukur, dan nyaman hingga masa Angkutan Lebaran berakhir. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait