Duh! Warga Bekasi Terancam Susah Masak Menu Lebaran Daging Sapi, Stok Langka Harga Rp180 Ribu
Wali Kota (Walkot) Bekasi, Tri Adhianto melakukan peninjauan ke lokasi menimbulkan pertanyaan mengenai kelangkaan tersedianya daging sapi dalam beberapa hari terakhir.--Dimas Rafi
BEKASI, DISWAY.ID - Warga Bekasi bisa-bisa tak memasak menu daging sapi saat Lebaran, karena stok daging sapi langka di pasaran.
Sejumlah besar pedagang di Pasar Baru, Kota Bekasi mengeluhkan adanya kelangkaan bahan pangan hewani, khususnya daging sapi jelang perayaan hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ketika Wali Kota (Walkot) Bekasi, Tri Adhianto melakukan peninjauan ke lokasi menimbulkan pertanyaan mengenai kelangkaan tersedianya daging sapi dalam beberapa hari terakhir.
Hal tersebut dirasakan langsung oleh salah satu pedagang daging sapi, Soleh menyampaikan adanya batasan dari peternak.
BACA JUGA:Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Jadi Tiga Lajur Dampak Padatnya Arus Mudik Lebaran 2026
"Sapi-nya dibatasi, tidak boleh banyak," kata Soleh di Bekasi pada Kamis, 19 Maret 2026.
Kelangkaan yang dirasakan oleh Soleh sudah terjadi selama tiga hari belakangan ini tepatnya pada Senin, 16 Maret 2026.
Untuk itu, sejumlah pedagang di Pasar Baru menerima dampak dari kelangkaan stok daging sapi.
BACA JUGA:Pemerintah Tetapkan Lebaran Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret
"Sudah sejak tiga hari lalu peternakannya kosong, jadi dibatasi," ucap dia.
Menurut Soleh, kondisi tahun ini berbanding terbalik ketimbang tahun sebelumnya. Sebab pada 2025, Soleh mengaku tidak menerima dampak peristiwa ini ditengah permintaan meningkat.
Dengan adanya kelangkaan tersebut terjadi pembatasan pembelian terasa cukup menurun. Jika sebelumnya ia bisa memesan hingga lima ekor sapi, saat ini jumlah tersebut dipangkas menjadi hanya tiga ekor.
"Biasanya saya pesan bisa lima sapi, tapi sekarang cuma tiga," kata dia.
Di sisi lain, harga daging sapi juga mengalami kenaikan hingga mencapai Rp180 ribu per kilogram. Namun demikian, Soleh mengaku tidak mempermasalahkan lonjakan harga selama pasokan tetap tersedia.
"Kami tidak masalah kalau harga naik, sampai Rp200 ribu pun juga tidak apa-apa, asalkan stok ada," ungkapnya.
Kelangkaan daging sapi ini menjadi perhatian serius mengingat tingginya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri, yang identik dengan lonjakan konsumsi bahan pangan, khususnya produk hewani.
Tri Adhianto merasa bahwa kelangkaan stok daging sapi di wilayah karena adanya pembatasan distribusi dari rumah pemotongan hewan (RPH).
"Hari ini baru kami temukan adanya satu kelangkaan terkait dengan daging, baik yang dari lokal, dari RPH, dan ini baru informasi awal yang kita gali bahwa ada upaya untuk kemudian membatasi," jelas Tri.
Tri menegaskan akan segera menggandeng dengan pihak terkait seperti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sampai pusat guna mencari solusi persoalan itu.
"Nanti saya akan koordinasi dengan pak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dan juga pak Menko (pangan), terkait dengan pola distribusi yang ada," pungkas Tri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: