Maksud BGN Soal Menu MBG Rp15 Ribu Rasa 'Bintang 5'
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjabarkan maksud menu MBG seharga Rp15 Ribu namun kualitas bintang 5 adalah untuk men-challenge SPPG-Disway.id/Hasyim Ashari-
JAKARTA, DISWAY.ID - Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana pernah menyatakan memberi tantangan kepada SPPG untuk menyajikan menu mewah Makan Bergizi Gratis (MBG) versi bintang 5 dengan harga Rp15 ribu.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG, Fariz Alaudin mengatakan bahwa menu mewah bintang 5 MBG itu hanya tambahan anggaran sebesar Rp5 ribu pada setiap kategori penerima MBG.
BACA JUGA:Mau Salat Id di TMII? Catat Jadwalnya: Gratis Tanpa Tiket!
BACA JUGA:Jelang Idul Fitri, Pasbata Datangi Rumah Efendi demi Hidupkan Masa Depan agar Tak Hilang
Sebut saja, kategori menu kecil yang tadinya hanya berharga Rp8 ribu ditambah Rp5 ribu menjadi Rp13 ribu saja. Artinya, pihak SPPG harus membuat kreasi menu dengan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) walaupun hanya Rp13 ribu versi 'Bintang 5'.
"Kemarin ada instruksi dari BGN, khususnya Pak Sony selaku Wakil Kepala, untuk pengoptimalisasian terkait anggaran menu istimewa," ungkap Fariz saat dihubungi Disway melalui sambungan telefon, Jumat 20 Maret 2026.
"Kemarin kita sudah memberikan menu istimewa, yaitu ayam ungkep dan tahu tempe tiga potong. Akhirnya kita pakai Sari Roti juga kan, jadi mengembalikan citra kembali dari BGN. Plus susu satu liter," jelas Fariz.
Momentum kemunculan menu istimewa ini pun tergolong unik. Instruksi tersebut turun tepat di minggu terakhir bulan Ramadan, yakni periode 16 hingga 20 Maret 2026, tepat sebelum cuti bersama Idul Fitri dimulai.
Muncul spekulasi bahwa peningkatan kualitas gizi ini hanyalah langkah taktis sesaat untuk meredam sentimen negatif di media sosial.
BACA JUGA:Ada Dua Gelombang Arus Balik Bakal Kepung Kampung Rambutan, 180 Bus Disiagakan per Hari
Hal ini diperkuat dengan pengakuan Fariz yang belum bisa menjamin apakah standar anggaran Rp15.000 ini bakal bersifat permanen atau hanya "bonus" menjelang lebaran.
"Cuma apakah ini masih berlanjut atau terus-menerus sampai pekan depan atau seterusnya, saya juga belum bisa memastikan," imbuhnya ragu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: