Terungkap Alasan AFC Mendadak Batalkan Bidding Piala Asia 2031 dan 2035, Perubahan Kalender FIFA

Terungkap Alasan AFC Mendadak Batalkan Bidding Piala Asia 2031 dan 2035, Perubahan Kalender FIFA

Kantor sekretariat Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC)-ist-

KUALA LUMPUR, DISWAY.ID– Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara mengejutkan menghentikan seluruh proses penawaran tuan rumah (bidding) untuk penyelenggaraan Piala Asia edisi 2031 dan 2035.

Keputusan ini berimplikasi langsung pada gugurnya pencalonan sejumlah negara, termasuk Indonesia, yang sebelumnya telah menyatakan minat resmi untuk menjadi penyelenggara turnamen sepak bola tertinggi di Benua Kuning tersebut.

Langkah drastis ini tertungkap dalam surat resmi yang ditandatangani Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor John, pada 19 Maret 2026.

BACA JUGA:Elkan Baggott Penuhi Janji, Pemain Timnas Indonesia Disambut Herdman Jelang FIFA Series 2026

Dalam surat tersebut, AFC menyatakan apresiasi atas antusiasme asosiasi anggota, namun terpaksa mengakhiri proses sesuai dengan Pasal 8.1 Regulasi Penawaran Kompetisi.

"Dengan penyesalan, kami sampaikan bahwa proses penawaran saat ini untuk kompetisi tersebut akan dihentikan sepenuhnya," tulis pernyataan resmi AFC yang dikutip pada Minggu (22/3/2026).

Alasan utama di balik pembatalan mendadak ini adalah adanya arahan dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terkait penyesuaian kalender pertandingan internasional.

FIFA mendorong agar turnamen kontinental, termasuk Piala Asia, diselenggarakan pada tahun genap guna menyelaraskan siklus kompetisi global.

"Keputusan ini menyusul komunikasi terbaru dari FIFA mengenai perubahan kalender pertandingan internasional, termasuk permintaan agar Piala Asia diselenggarakan pada tahun genap," jelas pihak AFC.

BACA JUGA:Strategi John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Manfaatkan Jeda Internasional

Perubahan siklus dari tahun ganjil ke tahun genap dinilai berdampak signifikan terhadap perencanaan jangka panjang, logistik, serta penjadwalan kualifikasi.

Dengan penghentian ini, proses penentuan tuan rumah akan ditata ulang agar sesuai dengan format kalender baru yang diusulkan FIFA.

Keputusan ini menjadi kabar pahit bagi Indonesia yang tengah berambisi memperkuat posisinya sebagai pusat sepak bola Asia.

Sebelumnya, Indonesia masuk dalam daftar kandidat kuat dan bersaing dengan tujuh negara lainnya, yakni Australia, India, Korea Selatan, Kuwait, serta konsorsium tiga negara Asia Tengah (Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait