Whoosh Siagakan Posko Medis di Seluruh Stasiun Arus Balik
Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti-Hasyim Ashari-
JAKARTA, DISWAY.ID– Menjelang puncak arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memperkuat aspek keselamatan penumpang dengan menyiagakan posko kesehatan di seluruh stasiun pemberhentian Whoosh.
Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi risiko gangguan kesehatan di tengah tingginya mobilitas masyarakat pada periode mudik dan balik 2026.
Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, menjelaskan bahwa setiap stasiun kini telah dilengkapi dengan satu posko medis yang didukung oleh tenaga dokter profesional.
BACA JUGA:Pesona Pasir Putih Bagedur, Magnet Wisata Keluarga di Lebak pada Libur Lebaran
Fasilitas ini dirancang untuk memberikan penanganan medis awal secara cepat bagi penumpang yang merasa kurang fit selama perjalanan.
“Di setiap stasiun tersedia satu posko kesehatan yang dilengkapi dokter. Penumpang yang merasa kurang sehat, baik sebelum keberangkatan maupun sesudah tiba, bisa langsung melakukan pemeriksaan,” ujar Emir di Stasiun Halim, Jakarta Timur, Senin (23/3/2026).
Sebagai bagian dari standar pelayanan minimum, KCIC memastikan bahwa akses terhadap layanan kesehatan darurat di stasiun tidak dipungut biaya.
Hal ini diharapkan dapat mempermudah penumpang dalam mendapatkan pertolongan pertama tanpa hambatan administratif di area stasiun.
“Untuk kondisi darurat, pemeriksaan tidak dikenakan biaya. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik dan rasa aman bagi seluruh pengguna jasa Whoosh,” tambah Emir.
BACA JUGA:Arus Balik Lebaran, Penumpang Whoosh Diprediksi Tembus 25.000 Orang per Hari
Penguatan layanan medis ini sejalan dengan proyeksi lonjakan volume penumpang yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 28 hingga 30 Maret 2026.
Pada periode tersebut, angka pergerakan penumpang diprediksi menyentuh kisaran 21.000 hingga 25.000 orang per hari.
Meskipun tren pemesanan tiket saat ini masih terlihat landai, KCIC tetap menyiagakan 62 perjalanan per hari.
Disebut landai, demikian mengikuti pola karakteristik penumpang kereta cepat yang cenderung membeli tiket pada H-1 atau hari keberangkatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: