Perkuat Narasi Sawit Berbasis Data, APMI dan BPDP Gulirkan Program APMI Data Intelligence
Asosiasi Planters Muda Indonesia (APMI) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggulirkan Program APMI Data Intelligence dalam Industri Kelapa Sawit-Istimewa-
Rangkaian kegiatan APMI Data Intelligence terdiri dari tiga agenda utama, yakni Data Dialogue, Intelligence Workshop, dan Intelligence Challenge.
Pada sesi Data Dialogue, peserta mendapatkan perspektif strategis terkait dinamika isu kelapa sawit di media dari sejumlah narasumber, antara lain Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansah, Direktur Eksekutif PASPI Tungkot Sipayung, serta Editor Media Sawit Setara Dwi Fatimah.
Materi yang disampaikan mencakup perkembangan isu sawit di tingkat nasional dan global, tantangan komunikasi publik, serta pentingnya strategi komunikasi berbasis data untuk menghadapi berbagai opini negatif di ruang digital.
Pelatihan Analisis Media Sosial
Kegiatan dilanjutkan dengan Intelligence Workshop yang dipandu oleh Rizal Nova Mujahid dari Drone Emprit. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pelatihan mengenai teknik membaca percakapan publik di media sosial, analisis sentimen, serta pemetaan isu digital yang berkembang di masyarakat.
Pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada peserta dalam mengolah data percakapan digital, memahami tren opini publik, serta menyusun strategi komunikasi yang tepat berbasis analisis data.
Ketua Dewan Penasehat APMI, Djono Albar Burhan, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun komitmen generasi muda untuk menjaga reputasi sektor perkebunan kelapa sawit.
BACA JUGA:Industri Kakao Indonesia di Titik Nadir, BPDP: Banyak Pabrik Cokelat Gulung Tikar
“Kegiatan dua hari ini harus mampu membangun komitmen kita semua. Anak muda yang mencintai perkebunan, khususnya kelapa sawit, harus mampu berada di garis depan dalam menghadapi berbagai kampanye negatif terhadap sektor sawit,” ujarnya.
Dorong Literasi Digital Generasi Muda Sawit
Helmi Muhansah dari BPDP menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif APMI dalam menyelenggarakan program yang berfokus pada penguatan literasi media dan komunikasi digital di kalangan generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi APMI yang telah melaksanakan program ini. Jika kita ingin kelapa sawit terus berlanjut, maka narasi di media sosial juga harus kuat untuk mendukung sawit,” katanya.
Melalui Intelligence Challenge, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga ditantang untuk mempraktikkan kemampuan analisis media dan menyusun narasi berbasis data yang dipublikasikan melalui platform media sosial masing-masing.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda sawit yang tidak hanya memahami aspek teknis perkebunan, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi publik yang kuat, terutama dalam menghadapi dinamika informasi di era digital.
Perkuat Narasi Sawit di Tingkat Global
APMI berharap program APMI Data Intelligence dapat melahirkan generasi muda yang memiliki literasi digital, kemampuan analisis data, serta strategi komunikasi yang matang. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu memperkuat narasi positif kelapa sawit Indonesia, baik di tingkat nasional maupun global.
Upaya ini dinilai penting mengingat industri kelapa sawit Indonesia merupakan salah satu sektor strategis yang kerap menjadi sorotan internasional, terutama terkait isu keberlanjutan, lingkungan, dan perdagangan global. Oleh karena itu, penguatan narasi berbasis data menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan informasi yang beredar mengenai kelapa sawit tetap objektif, akurat, dan berimbang di ruang publik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: