Tantangan Industri Karet Nasional, 200 Petani Jadi Kunci Perubahan

Kamis 07-05-2026,02:01 WIB
Tantangan Industri Karet Nasional, 200 Petani Jadi Kunci Perubahan

PT Hankook Tire Indonesia kembali menunjukkan komitmennya terhadap praktik Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam memperkuat keberlanjutan rantai pasok karet alam.--Hankook

JAKARTA, DISWAY.ID - Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam menjaga keberlanjutan industri karet Nasional, mulai dari penyusutan luas lahan hingga tekanan terhadap kualitas dan konsistensi pasokan bahan baku.

Di tengah kondisi tersebut, keterlibatan 200 petani karet di Sumatera Selatan dalam program peningkatan kualitas produksi menjadi sorotan, karena dinilai dapat menjadi titik awal perubahan di sektor hulu yang selama ini menjadi fondasi utama industri karet alam di Tanah Air. 

PT Hankook Tire Indonesia kembali menunjukkan komitmennya terhadap praktik Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam memperkuat keberlanjutan rantai pasok karet alam.

Melalui inisiatif ini, perusahaan menyalurkan bahan penggumpal karet berupa 2.500 kg asam format (formic acid), 1.000 kg pupuk NPK, serta 200 pisau sadap kepada petani di Desa Marga Mulia, Sumatera Selatan dengan tema “Coagulant Aid Program for Quality and Sustainable Rubber”.

BACA JUGA:Tren Wanita Bawa SUV Meningkat, Rifat Sungkar Kasih Edukasi 'Karet Bundar'

Indonesia sendiri masih menjadi salah satu produsen karet terbesar kedua di dunia.

Data Badan Pusat Statistik pada tahun 2023 mencatat produksi karet nasional mencapai sekitar 2,65 juta ton.

Industri ini pun melibatkan berbagai pelaku, mulai dari perkebunan rakyat, perkebunan negara, hingga swasta yang bersama-sama menopang produksi nasional.

Di sisi lain, luas lahan karet juga terus menyusut dengan penurunan rata-rata sekitar 5,7 persen per tahun, pada akhirnya berdampak langsung pada kualitas dan konsistensi pasokan karet di sepanjang rantai produksi.

Sejalan dengan kondisi tersebut, program ini menjadi bagian dari upaya Hankook dalam memperkuat kualitas karet dari hulu.

BACA JUGA:Danau Kemiri Pagardewa Jadi Motor Ekonomi Baru, Program CSR PGN Dongkrak Pendapatan Petani Karet Hingga 33%

Melalui inisiatif ini, perusahaan juga mendorong proses produksi yang lebih optimal, sekaligus menjaga kualitas bahan baku yang digunakan dalam produk ban Hankook.

“Melalui program ini, kami ingin menjawab tantangan di sektor hulu industri karet, terutama di tengah meningkatnya biaya produksi. Kami memahami bahwa ban berkualitas berawal dari karet yang diolah dengan proses koagulasi yang tepat, namun penggunaan bahan koagulan tertentu masih berisiko bagi kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu melalui donasi asam format hari ini, kami menghadirkan solusi bahan pengental ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan para petani. Serta memastikan bahwa proses pengolahan yang lebih terstandarisasi, efisien, kualitas bahan baku dapat lebih terjamin," Jung Jinkyun, Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia.

Selain bantuan alat produksi, program ini juga dilengkapi dengan pelatihan teknis dan demonstrasi langsung kepada 200 petani karet, terkait penggunaan formic acid yang tepat dan aman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: