Airlangga: Refocusing Anggaran K/L Bisa Hemat hingga Rp130 Triliun

Airlangga: Refocusing Anggaran K/L Bisa Hemat hingga Rp130 Triliun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah Indonesia akan melakukan prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga (K/L) guna meningkatkan efektivitas belanja negara-disway.id/Anisha Aprilia -

Sementara sektor pendidikan dasar hingga menengah tetap menjalankan pembelajaran tatap muka lima hari dalam seminggu.

3. Imbauan pemerintah ke masyarakat agar jalankan pola hidup hemat energi

BACA JUGA:TBIG Salurkan Bantuan untuk 600 KK Korban Banjir Sumatera, Tambahan Pakaian Baru hingga Bahan Pangan

BACA JUGA:TBIG Salurkan Bantuan untuk 600 KK Korban Banjir Sumatera, Tambahan Pakaian Baru hingga Bahan Pangan

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menjalankan pola hidup hemat energi, memprioritaskan transportasi publik, serta tetap produktif dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

Hal ini dilakukan di kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan kerja.

4. Kebijakan ini mulai berlaku 1 April dan akan dievaluasi setelah dua bulan

Pengaturan teknis akan dituangkan melalui surat edaran kementerian terkait.

5. Potensi penghematan dari kebijakan Work from Home ini yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun, berupa penghematan kompensasi BBM.

Sementara total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat juga sebesar Rp59 triliun.

BACA JUGA:Dasco Pastikan Stok BBM Aman, Tidak Ada Kenaikan Harga dalam Waktu Dekat

BACA JUGA:Kasus Samin Tan, Kejagung Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian ESDM

6. Refocusing belanja kementerian dan lembaga

Pemerintah juga melakukan langkah strategis dalam pengelolaan keuangan negara, melalui prioritasisasi dan refocusing belanja kementerian dan lembaga.

Pengalihan anggaran dilakukan dari belanja yang kurang prioritas, seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non operasional, dan kegiatan seremonial menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: