Siaga Hadapi Kemarau, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla hingga Strategi Agronomi
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan, perusahaan memilih mengambil pendekatan konservatif dengan menyiapkan mitigasi sejak dini.-dok disway-
JAKARTA, DISWAY.ID - Wacana kemarau ekstrem yang belakangan populer dengan sebutan “El Nino Godzilla” memicu kewaspadaan berbagai pihak, termasuk pelaku industri perkebunan.
Meski istilah tersebut dinilai tidak ilmiah, ancaman kekeringan tetap menjadi perhatian serius, terutama bagi sektor kelapa sawit yang sangat bergantung pada keseimbangan curah hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan, istilah tersebut tidak dikenal dalam kajian klimatologi.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut klasifikasi El Nino secara resmi hanya terbagi menjadi lemah, moderat, dan kuat.
BACA JUGA:Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan Poco Terbaru April 2026: Spesifikasi Gahar, Harga Tetap Kompetitif!
BACA JUGA:Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, FIGC Tetap Pertahankan Gattuso dan Buffon
“Saat ini prediksi kami menunjukkan peluang 50–60 persen terjadinya El Nino lemah hingga moderat setelah semester kedua,” ujarnya.
Kendati demikian, bagi industri sawit, potensi anomali cuaca sekecil apa pun tetap memerlukan langkah antisipatif. Hal itu pula yang mendorong PTPN IV PalmCo menetapkan status siaga menghadapi musim kemarau tahun ini.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan, perusahaan memilih mengambil pendekatan konservatif dengan menyiapkan mitigasi sejak dini.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Kesiapsiagaan tetap kami jalankan seolah menghadapi skenario terburuk,” kata Jatmiko, Selasa (31/3/2026), di Jakarta.
Salah satu fokus utama adalah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang kerap menjadi dampak paling merugikan saat kemarau panjang melanda wilayah perkebunan, khususnya di Sumatera dan Kalimantan.
BACA JUGA:Harga BBM Swasta Naik! Ini Rincian Shell, BP-AKR, dan Vivo Terbaru 1 April 2026
BACA JUGA:Cegah Lonjakan Pengangguran, DPRD Kota Bekasi Ingatkan Pendatang Jangan Nekad Datang Tanpa Keahlian
Menurut Jatmiko, pendekatan penanganan kini bergeser dari responsif menjadi preventif. Perusahaan mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bernama ARFINA (Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara) untuk memantau potensi kebakaran secara real time.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: