Harga Minyak Bisa Tembus 100 Dolar, Purbaya Yakin Tetap Aman, Ada Dana Lebih 420 Triliun

Harga Minyak Bisa Tembus 100 Dolar, Purbaya Yakin Tetap Aman, Ada Dana Lebih 420 Triliun

Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa-Fajar Ilman/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa defisit APBN 2026 tetap dibawah 3 persen, terlepas harga minyak dunia yang diproyeksikan akan menembus 100 Dollar per barel sampai akhir tahun.

"Untuk sementara iya, kalau asumsi harga minyak dunia rata-rata dari sini sampai akhir tahun 100 dolar per barrel. Sekarang kan udah turun lagi, sampai sekarang rata-ratanya 70-an sekian 76, 777. 

BACA JUGA:Komnas HAM Tegaskan Tak Ada Koordinasi TNI-Polri Sebelum Penyerahan Bukti Andrie Yunus

Jadi masih di bawah asumsi 100 dolar per barrel tadi," katanya kepada wartawan, di Gedung Danantara, Jakarta, Rabu, 1 April 2026.

"Jadi ruang kita masih terbuka lebar sebetulnya, jadi Anda nggak perlu takut dengan kondisi APBN kita," tegasnya.

Ia menyebut, saat ini pemerintah masih memiliki dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang nilainya mencapai Rp 420 triliun. Dana ini, kata dia, dapat digunakan dalam kondisi mendesak.

"Ada penghematan sedikit-sedikit di sana-sini. Kita melakukan tahap satu, tahap dua, tahap tiga di belanja kementerian atau lembaga yang nggak terlalu jelas. Dan kalau kepepet saya punya SAL sekarang naik 420 triliun," ungkapnya.

BACA JUGA:Heboh Warga Aceh Dikeroyok saat Proses Pemeriksaan di PMJ, Ini Kronologinya

Meski demikian, Purbaya memastikan hingga saat ini pemerintah belum menggunakan dana SAL untuk menutup kebutuhan subsidi, termasuk subsidi BBM

"Jadi kondisi keuangan negara kita amat baik, saya punya bantalan cukup banyak," tegasnya.

Purbaya menyebut subsidi harga BBM saat ini sepenuhnya ditanggung oleh PT Pertamina (Persero).

"Sementara sepertinya Pertamina, sementara ya. Tapi dia mampu karena sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah yang rutin membayarkan kompensasi kepada Pertamina sebesar 70 persen setiap bulan, membuat kondisi keuangan Pertamina tetap sehat.

BACA JUGA:Lesunya Daya Beli Bayangi Industri Konsumer Otomotif dan Transportasi di 2025, Peluang 2026 Terbuka

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: